PDIP Lakukan Komunikasi dengan Parpol Pendukung Pemerintah Jelang Putaran Kedua
RUBRIK, JAKARTA – Pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta akan membawa dua pasangan calon yaitu Ahok-Djarot dan Anies Sandi. Partai politik pada putaran kedua akan berubah karena pada putaran satu yang lalu paslon nomor urut satu gagal yaitu Agus-Sylvi.
Gagalnya paslon nomor urut satu akan menjadi penentu bagi paslon nomor urut dua dan tiga pada putaran kedua mendatang.
Pada putaran pertama, Agus-Sylvi didukung oleh empat partai politik, yaitu partai Demokrat, PKB, PAN dan PPP. Paslon nomor urut dua Ahok-Djarot didukukng empat partai di antaranya PDIP, Golkar, Hanura dan NasDem. Sedangkan Anies-Sandi didukung dua partai yakni Gerindra dan PKS.
Untuk sejauh ini baru PPP yang baru mengeluarkan putusan resmi yang mengarah ke paslon Ahok-Djarot.
Untuk strategi pemenangan paslon nomor urut 2 Ahok-Djarot, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri masih berkomunikasi dengan petinggi-petinggi parpol pendukung pemerintah.
“Kita telah konsolidasikan semua kekuatan yang kita punya, termasuk juga melobi partai-partai yang tadinya bukan pendukung presiden,” kata Megawati Soekarno Putri.
Untuk empat partai pendukung paslon nomor urut 2 menyatakan konsisten dan sementara itu belum pasti kemana partai Demokrat, PKB, dan PAN akan mengarahkan dukungannya.(*)