MINIM PASOKAN AIR PETANI BERGOTONG ROYONG DEMI ALIRI SAWAH
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Para petani di Kampung Bandar Jaya Timur, Kabupaten Lampung Tengah bergotong royong membersihkan saluran irigasi sepanjang 3 kilometer menggunakan hand traktor mereka. Pembersihan saluran irigasi ini dimaksudkan agar pasokan air yang mengairi sawah mereka mengalir lancar.
Meski sudah memasuki musim penghujan, selama ini sawah para petani terkendala pasokan air. Ini semua disebabkan debit air yang mengalir di irigasi tersumbat sampah dan rumput liar juga lumpur.
Hampir setiap tahun kondisi tersebut selalu terjadi. Abdullah, salah satu petani di Kampung Bandar Jaya Timur mengatakan, seharusnya sawah petani di wilayah itu sudah mendapatkan air. Namun, sampai saat ini wilayah Bandar Jaya Timur dan Indra Putra Subing belum mendapatakan pasokan air.
“Saya was was dengan tanaman padi yang baru saya semai nanti gagal tanam atau mati,” katany.
Abdullah menambahkan, kondisi tersebut ternyata disebabkan banyaknya sampah dan rumput liar yang menyumbat aliran irigasi. Karena itu, lanjut dia, para petani berinisiatif bergotong royong membersihkan irigasi agar sawah mengalir lancar.
Petani lain, Parman juga mengakui kekhawatirannya. Benih padi yang disemainya kini terancam gagal tanam karena tidak ada air. Biasanya, kata dia, bibit padi yang disemai sudah bisa ditanam pada umur 15-20 hari.
“Dengan kondisi kurangnya air seperti ini maka bibit yang sudah berumur 35 hari pun tidak bisa ditanam. Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi maka kami khawatir akan terjadi gagal tanam dan kerugian bagi para petani,” ujarnya.
Parman juga berharap kepada pemerintah Lampung Tengah untuk segera mengambil langkah cepat menyelesaikan persoalan air ini, khususnya di wilayah Bandar Jaya Timur.(*)