LSM Pematank Investigasi Irigasi Way Waya Krui

0
1095

RUBRIK, LAMTENG – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Way Waya Krui diduga dikerjakan secara asal-asalan semakin menjadi sorotan. Untuk itu pemerhati Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Pematank) merespon cepat dan terjun kelokasi  melakukan investigasi di lokasi jaringan irigasi Way Waya Krui, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah yang saat ini sudah hampir rampung dikerjakan.

Berdasarkan hasil investigasi LSM Pematank mendapati  beberapa kejanggalan, seperti ditemukannya banyak keretakan pada dinding hingga lantai irigasi, termasuk tanah bekas galian dan bebatuan berdampak pada persawahan milik warga sekitar irigasi.

Ketua DPP LSM Pematank Suadi Romli mengatakan, kesemrawutan yang terjadi pada pengerjaan jaringan irigasi Way Waya Krui yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut diduga akibat kurangnya pengawasan dari pihak terkait, sehingga hasil dari pengerjaan proyek itu terlihat sangat memprihatinkan.

Dijelaskan Suadi Romli,  selain banyaknya ditemukan keretakan pada dinding irigasi diduga akibat kurang maksimalnya adukan semen pada pengacian. Pihaknya juga menemukan adanya  dampak dari sisa-sisa material seperti bebatuan hingga tanah bekas galian yang tidak dibersihkan berhimbas pada areal persawahan milik warga disekitar lokasi proyek.

Terkait kejanggalan yang terjadi pada pengerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi Way Waya Krui Suardi Romli meminta, kepada pihak BPK untuk tidak hanya melakukan audit administrasi. Menurut Suadi, dengan melakukan audit investigasi maka pihak BPK bisa mengetahui keadaan  hasil pengerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi tersebut.

Selain daripada itu pihaknya juga meminta kepada Dinas Pengairan Kabupaten Lampung Tengah beserta pihak yang terkait lainnya,  untuk tidak memproses PHO pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Way Waya Krui, karena diduga dikerjakan tidak sesuai dengan pelaksanaan yang ada.

Untuk itu Suadi Romli juga mengatakan,  sesegera mungkin pihaknya akan melaporkan temuan tersebut pada Kejaksaan Tinggi dan penegak hukum, untuk menindaklanjuti segala kejanggalan yang terjadi pada pekerjaan proyek irigasi tersebut.(Red)

LEAVE A REPLY