HUT ke-54, RSUD Ahmad Yani Metro Fokus Perkuat Mutu dan Rumah Sakit Pendidikan
RUBRIK,METRO — Memasuki usia ke-54, RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro menargetkan penguatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan kapasitas sebagai rumah sakit pendidikan.
Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani, Dr. Eko Hendro Saputra, mengatakan penguatan pelayanan menjadi prioritas utama. Hal itu mencakup pembenahan keuangan, sarana dan prasarana, alat kesehatan, serta penambahan dokter spesialis dan subspesialis.
“Dari sisi anggaran, kita harus sehat dan terus melakukan pembenahan karena kita merupakan BLUD yang dituntut untuk mandiri,” ujar Eko dalam peringatan HUT ke-54 RSUD Jenderal Ahmad Yani di Aula RSUD, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan pengembangan gedung dan alat kesehatan masih cukup besar. Begitu pula kebutuhan tenaga medis, terutama dokter spesialis dan subspesialis, untuk melengkapi layanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, RSUD Ahmad Yani terus memperkuat fungsi pendidikan. Saat ini rumah sakit tersebut telah menjalin kerja sama dengan 19 institusi pendidikan dan diarahkan menjadi wahana pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Eko menyebut pengembangan fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah, termasuk penyediaan ruang belajar, perpustakaan, dan sarana pendukung lainnya.

“Kita tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki peran penting dalam pendidikan,” katanya.
Peringatan HUT ke-54 juga dimanfaatkan untuk memperkuat kompetensi dan budaya kerja. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pemilihan tenaga kesehatan teladan, lomba kebersihan ruangan berbasis 5R hingga cerdas cermat akreditasi sebagai persiapan menghadapi proses akreditasi.
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan bertambahnya usia rumah sakit harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan profesionalisme.
“Semakin bertambah usia, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita emban,” tegas Bambang.
Ia meminta RSUD Ahmad Yani terus meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, kompetensi tenaga kesehatan, digitalisasi pelayanan, sarana prasarana, serta budaya kerja yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
Bambang menekankan keberhasilan rumah sakit tidak hanya bergantung pada gedung dan peralatan, tetapi terutama pada kualitas sumber daya manusia yang memberikan pelayanan.
“Saya meyakini bahwa keberhasilan sebuah rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh gedung yang megah, peralatan yang canggih, atau sistem yang modern. Keberhasilan rumah sakit sangat ditentukan oleh manusia yang bekerja di dalamnya,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi dedikasi seluruh tenaga kesehatan dan jajaran RSUD Ahmad Yani yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Memasuki usia ke-54, Pemkot Metro mendorong RSUD Ahmad Yani tidak hanya semakin kuat sebagai pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga semakin unggul sebagai rumah sakit pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya kesehatan di daerah. (adv)