Harga Singkong Anjlok, Mustafa Sidak Pabrik Tapioka di lampung tengah
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Anjloknya harga komoditas singkong ke level yang rendah, yakni Rp 600-700 per kilogram, membuat Bupati Lampung Tengah Mustafa prihatin.
Mustafa pun terjun langsung meninjau ke sejumlah pabrik tapioka yang menampung hasil panen singkong petani di Lampung Tengah, seperti PT Umas Jaya dan PT Sinar Laut.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya keluhan petani terkait anjloknya harga singkong serta bertujuan untuk menyalurkan aspirasi dari petani dan memastikan harga singkong di tingkat pabrik.
“Informasi yang saya dapatkan turunnya harga singkong disebabkan adanya singkong dari Vietnam yang membanjiri pasar. Harga singkong sebelumnya Rp 1.200- Rp 1.400 per kilogram terus merosot hingga Rp 600. Ini membuat petani menjerit, belum lagi adanya potongan harga yang membuat petani semakin resah,” paparnya di sela sela kunjungan.
Mustafa sangat menyayangkan kebijakan pemerintah yang melakukan impor singkong tanpa mengkaji terlebih dahulu dampak di kalangan petani. Dia berharap kebijakan impor harus di evaluasi.
“Hentikan semua impor yang merugikan rakyat,” tegasnya.
Orang nomor satu di Lampung Tengah ini berjanji akan menyampaikan permasalahan ini kepada Menteri Perdagangan yang melakukan kunjungan ke Lampung Tengah dalam waktu dekat.
“Jika tidak ada kendala, Sabtu (17/9/2016) ini kita akan menerima kunjungan Menteri Perdagangan. Ini akan saya sampaikan dan berharap pemerintah pusat bisa memberikan solusinya. Pemerintah harus lebih peka, hentikan import yang merugikan petani kita,” tegasnya lagi.
Mengenai banyaknya laporan terkait masalah tingginya potongan penyusutan barang, Mustafa meminta perusahaan agar bijak menentukan besarnya potongan. Jangan sampai petani semakin menderita dengan anjloknya harga ditambah potongan penyusutan.
“Sudah saya sampaikan perusahaan harus bijak. Potongan jangan terlalu besar, kasian petani sudah harga anjlok masih ada potongan presentase yang cukup tinggi. Perusahaan harus memikirkan nasib petani,” imbuhnya.
Sementara itu Supardi perwakilan PT Umas Jaya menjelaskan, turunnya harga singkong terjadi secara nasional menyusul impor dari Vietnam. Terkait kunjungan bupati, pihaknya sangat mengapresiasi dan berharap pemerintah segera menemukan solusinya.
“Anjloknya harga singkong sudah menjadi masalah nasional. Tak hanya di Lampung tetapi di Bangka dan Sulawesi. Impor harus dikendalikan untuk menyelamatkan harga lokal. Pak Bupati Mustafa diharapkan bisa memediasi permasalahan ini,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berjanji akan melindungi perusahaan yang dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah demi memajukan Lampung Tengah.
“Saya akan menjamin dan melindungi perusahaan yang bisa bekerjasama demi kemajuan Lampung Tengah,” pungkas Mustafa.(ddy)