Dipercaya Berkhasiat, Pemkab Lamteng Kembangkan Bawang Lanang di Empat Kecamatan
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terus melakukan inovasi di bidang pertanian. Tak hanya mengembangkan beras dari singkong, pemkab juga akan mengembangkan Natural Black Garlic atau bawang tunggal.
Bawang tunggal, banyak juga warga yang menyebutkan dengan bawang lanang ini akan dikembangkan dengan membentuk klaster di beberapa kecamatan di Lampung Tengah.
Bupati Lampung Tengah Mustafa menuturkan, pengembangan varietas tanaman merupakan strategi dalam menambah nilai ekonomis potensi pertanian di Lampung Tengah. Selain itu juga bermanfaat untuk stabilitas harga komoditas pertanian.
Menurutnya, solusi anjloknya harga singkong tidak hanya berhenti dengan menaikan harga, tetapi mencari upaya agar harga komoditas pertanian stabil.
“Harus ada inovasi dan strategi baru guna mencegah inflasi komoditas pertanian. Kami akan mengembangkan alternatif tanaman agar tidak ada overproduksi, one village one cluster (satu desa satu klaster). Dengan ini stabilitas harga pertanian dapat dijaga,” ungkapnya.
Mustafa sendiri mengaku mengonsumsi Natural Black Garlic untuk kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Oleh karena itu, dia berencana mengembangkan ramuan ini.
“Ramuan ini akan kami kembangkan di Lamteng bekerja sama dengan BPPT-B2PT. Sekarang mulai dikembangkan di empat kecamatan untuk persediaan bahan baku. Yakni Pubian, Seputihraman, Kotagajah, dan Seputihbanyak,” katanya.
Bahan baku itu, kata Mustafa, nanti dibeli untuk diolah menjadi ramuan Black Garlic di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Balai Besar Teknologi Pati (BPPT-B2TP).
“Nanti juga bisa juga dinikmati masyarakat Lamteng dan kita pasarkan ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala BPPT-B2TP di Kampung Negarabumi Ilir, Kecamatan Anaktuha, Dr Aton Yulianto menegaskan, pihaknya siap mengembangkan Natural Black Garlic. Bawang Lanang ini dinilai baik untuk kesehatan tubuh.
Menurutnya sekarang ini Natural Black Garlic yang berkhasiat untuk mengatasi berbagai penyakit masih diproduksi BPPT Jakarta. “Sementara ini masih diproduksi BPPT Jakarta. Kalau di sini belum karena tidak tersedianya bahan baku,” katanya.
Meski demikian, kata Aton, BPPT-B2TP siap bekerja sama dengan Pemkab Lamteng untuk memproduksi Natural Black Garlic. “Kita siap memproduksi kalau bahan bakunya bisa tersedia di Lamteng,” ujarnya.
Natural Black Garlic, kata Aton, adalah bawang hitam yang berasal dari bawang putih. “Prosesnya, bawang putih difermentasi pada suhu tertentu dan waktu yang lama selama 30 hari. Hasi proses fermentasi tanpa bahan tambahan apa pun ini menghasilkan senyawa baru yang mempunyai efek farmakologis. Rasanya manis, bertekstur lembut, dan tidak meninggalkan bau mulut,” katanya.
Khasiatnya, kata Aton, untuk menjaga kesehatan tubuh. “Baik untuk kesehatan jika dikonsumsi. Ramuan ini bisa membantu menurunkan gula darah, asam urat, kolestrol, tekanan darah tinggi, dan memperlancar sirkulasi darah,” ungkapnya.(*)