Bupati Katingan Diduga Memalsukan Surat Nikah dengan Selingkuhannya
RUBRIK, KATINGAN – Awal Januari lalu, Bupati Katingan Ahmad Yatenglie tertangkap basah sedang berbuat mesum dengan FY yang bukan lain adalah istri sirinya. Ironisnya, Yatenglie dan FY digerebek oleh suami sah dari FY.
Seperti yang diberitakan oleh liputan6 sore, penyidik Direktorat Reskimob Polda Kalimantan Tengah hingga kini masih melakukan penyidikan keabsahan mengenai buku nikah Bupati Katingan Ahmad Yatenglie dan FY yang beredar di media sosial.
Hal ini menyusul pernyataan Ahmad Yatenglie mengenai pernikahan sirinya dengan FY. Keduanya terancam pasal berlapis jika terbukti memalsukan buku nikah.
Selain pasal 284 KUHP tentang perzinahan, keduanya juga terancam terjerat pasal pemalsuan dengan ancaman kurungan penjara selama lima tahun.
“Inilah yang belum kita dapatkan. Kita masih memproses mencari (buku tersebut). Rekan-rekan penyidik sedang mencari bukti bukti itu,” jelas Kombes Gusde Wardhana.
Sementara mantan Bupati Garut Jawa Barat, Aceng Fikri turut mengomentari kasus asusila Bupati Katingan itu.
Anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Barat yang juga dilengserkan dari kursi bupati pada kasus serupa pada tahun 2013 lalu meminta penegakkan hukum yang sama.
Aceng Fikri pun menilai jika kasusnya tidak dijadikan yurisprudensi atau himpunan putusan hakim dalam kasus Ahmad Yatengli maka negara belum berlaku adil.
“Diberhentikan karena pelanggaran etika kemudian ada bukti lain. Saya tidak mau sebut namanya dan ada juga yang melanggar lebih daripada etika kira-kira secara logika apakah hukum itu hanya untuk Aceng Fikri atau semua rakyat Indonesia?” jelas Aceng.
Kendati terus didesak mundur dari jabatannya, Ahmad Yatenglie mengatakan bahwa ini adalah proses bagian dari demokrasi.
“Persoalan mundur atau maju itu adalah persoalan yang harus dipertimbangkan secara matang. Pada prinsipnya bahwa alasan mundur apa kemudian dampak politik seperti apa. Bagi saya, urusan mundur atau maju itu hal yang gampang dan sah-sah saja bagi saya selaku pribadi,” jelas Ahmad Yatenglie.
Seperti yang ramai diberitakan peristiwa ini memicu unjuk rasa yang menuntu kemunduran diri sang bupati. Bahkan mayoritas anggota DPRD Katingan sepakat untuk melengserkan Ahmad Yateglie dari kursi bupati.(*)