Menggagas Strategi Kebudayaan Kota Metro
RUBRIK, METRO – Diskusi Kebudayaan Dewan Kesesenian Metro (DKM) dengan tema ” Menggagas Strategi Kebudayaan Kota Metro, yang menghadirkan narasumber sastrawan dan budayawan Ari Pahala Hutabarat dan Akademisi DR. Ahmad Muzzaki serta Ketua DKM Solihin Utjok, dihadiri oleh para penggiat seni dari Bandarlampung,Kota Metro dan para mahasiswa setempat.
Diskusi yang dilaksankan di sekretariat Dewan Kesenian Metro itu menghasilkan rumusan tajam untuk Kota Metro. Menurut Ari Pahala, Metro harus mebuat kota dengan ciri khas tersendiri, sehingga jika orang berbicara atau menyebut Kota Metro tidak lagi bias, namun identik dengan satu kota yang berkarakter kuat. Jumat,(14/04).
“Metro ini merupakan kota yang berpendidikan yang mempunyai banyak kampus, selain Bandarlampung, terus meski kondisi masyarakatnya majemuk seharus nya bisa menunjukan bahwa Kota Metro sebuah kota yang mempunyai satu karakter kuat, khususnya dibidang budaya Lampung, “Ujar Ari Pahala.
Dia juga menjelaskan, bahwa strategi kebudayaan pada intinya adalah langkah-langkah dalam melakukan perlindungan, pemeliharaan, pemanfaatan, dan pengembangan tiap aspek didalam 10 objek pemajuan kebudayaan.
Peran pemerintah, seharusnya menjadi juru penerang dalam menjalankan strategi kebudayaan.Bahkan Sastrawan asal Bandar Lampung ini menyarankan kepada penyelenggara Pemilu, adanya opini khusus dari calon kepala daerah terkait visi kebudayaan.
Di dalam ndang-undang Nomor 5 Tahun 2017 sebenarnya telah membuka peluang seluas-luasnya bagi pemerintah untuk mengembangkan strategi kebudayaan dari peran serta masyarakat. Untuk itu, penyusunan strategi kebudayaan Kota Metro harus berdasarkan pada data 10 objek pemajuan kebudayaan yang benar dan kerja yang digerakkan oleh keinginan bukan sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek.
Selain itu, Pengajar IAIN Metro, DR. Ahmad Muzakki, mengatakan bahwa secara geografis, Kota Metro memiliki kesempatan yang sangat baik untuk menjadi proyek percontohan dari daerah pemajuan kebudayaan. Dia menyaarankan perlunya kebersatuan antara sistem pendidikan dengan pengembangan kebudayaan.
Sedangkan Ketua Dewan Kesenian Metro Solihin lebih menitikberatkan pada penyusunan dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) sebagai langkah awal dalam menentukan strategi kebudayaan di Kota Metro. “PPKD ini harus digarap dengan serius dan menjadi perhatian penting dari pemerintah kota,Karena dokumen PPKD ini menjadi penentu dari semua pengembangan kebudayaan di Metro.” terang Solihin.”(red)
