Wakil Bupati Lampung Tengah Marah-marah di Kampung Gayour Sakti, Ini Penyebabnya
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoysoemarto kembali memberikan teguran keras kepada aparatur sipil negara (ASN) di Lampung Tengah.
Kali ini yang mendapat teguran adalah Kepala Kampung Gayour Sakti, Seputih Agung akibat malas mengantor dan juga diminta memperbaiki bangunan onderlagh.
Kunjungan dadakan Loekman Djoyosoemarto ke balai Kampung Gayour Sakti yang ingin membuktikan kebenaran bahwa aparat kampung tersebut hanya masuk kantor pada hari Sabtu saja.
Hal tersebut terbukti dengan tidak ada satupun pegawai yang berada di balai kantor. Kecewa dan kesal melihat aparatur tidak ada, Loekman langsung menelepon camat untuk meminta mengumpulkan para aparatur kampung.
“Ini sangat tidak baik. Kalau seperti ini, saya minta jangan diulang lagi, bagaimana masyarakat yang ingin membuat surat menyurat kalau kantor tutup,” ujarnya, Senin (25/9/2017).
“Saya minta besok, Selasa kakam Gayaur Sakti agar menghadap saya di pemda ini untuk pembelajaran bagi yang lain. Jangan dianggap remeh hal seperti ini, apapun bentuknya masyarakat yang dirugikan.
Buat pembagian kerja masa dalam sehari satu orang standbay tugas di balai kampung tidak bisa apa lagi pak carek yang sudah PNS wajib ngantor tidak ada alasan apapun,” tegasnya.
Wabub juga marah melihat pekerjaan onderlagh yang kurang maksimal. Loekman mengingatkan kepada Carek Purwanto agar diperbaiki kembali.
“Ini saya bilang tidak bagus karena saya lihat tatanan batunya tidak standar, kalau cuma batu dihampar seperti ini tidak perlu pakai tenaga ahli, siapapun pasti bisa,” katanya dengan nada tinggi.
Loekman mengingatkan, apabila nanti ada masalah pemerintah daerah yang repot termasuk dirinya. Sebelum telanjur dan ini baru dipasang belum diwalas, Loekman meminta batunya ditambah dan usahakan posisinya berdiri, dengan diberikan kancingan kana kiri dan di tengah supaya mengikat.
Loekman kembali mengingatkan pekerjaan anggaran dana desa jangan sampai dibuat main-main. Boleh mengambil untung, namun sesuai dengan aturan jangan semaunya.
“Saya tidak menginginkan kakam masuk penjara gara-gara dana desa, bekerjalah sesuai dengan aturan,” pungkasnya.
Carek Gayour Sakti Purwanto mengakui kalau pekerjaan kurang maksimal dan akan koordinasi dengan kepala kampung untuk memperbaiki sesuai arahan wakil bupati.
Pembangunan onderlagh di Kampung Gayaor Sakti tahun ini direncanakan sepanjang 2,63 km dengan anggaran Rp 540 juta.
Camat Seputih Agung Sariman menjelaskan sesuai arahan wabub pihaknya sudah menurunkan tim untuk memantau pekerjaan onderlagh Gayour Sakti yang diminta untuk diperbaiki kembali.(ddy)