Paham Radikalisme Lebih Bahaya dari PKI, Kata Kiai Ponpes Way Bungur
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Memperingati tahun Baru Islam 1439 H, Gerakan Pemuda Anshor Kabupaten Lampung Tengah menyelenggarakan pengajian akbar.
Kegiatan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Baitun Nur Tanggulangin, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, Sabtu (23/9/2017) turut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama di Kabupaten Lampung Tengah seperti Ketua MUI Kabupaten Lampung Tengah, Ketua Pondok Pesantren, Alim Ulama.
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fattah Way Bungur, Lampung Timur, KH M Muslih mengatakan bahwa PKI sangat kecil, bukan lawan untuk kita semua, musuh yang terbesar itu adalah paham radikalisme yang dapat memecah belah Indonesia.
“Musuh kita hari ini adalah kemiskinan, kebodohan, ketidaksejahteraan, pendidikan yang tidak merata, keamanan yang tidak terjamin dan juga penyebaran paham radikalisme. Oleh karena itu sudah waktunya TNI, Polri dan masyarakat bersatu untuk memerangi musuh yang dapat memecahbelah NKRI dan menciptakan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia melanjutkan, bahaya yang hari ini mengancam kita adalah paham radikalisme. Sekarang ini banyak anak pesantren yang terjebak kedalam paham radikalisme, ini karena anak-anak pesantren yang tidak memahami Jamiah Nahdlatul Ulama, mereka NU tulen tetapi dari organisasi sulit untuk digerakkan.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, Saryono mengatakan bahwa Anshor akan memulai gerakan dekat dengan Pondok Pesantren, untuk terus menggaungkan bahaya ancaman radikalisme dengan memberikan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada masyarakat dan para santri.
“Kami juga memikirkan tentang bahaya faham radikalisme di sekitar kita, umumnya di Lampung Tengah, yang harus sama-sama kita waspadai. Upaya untuk untuk menangkal paham-paham radikalime terus kita lakukan dengan melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan dengan metode seperti ini (melalui pengajian akbar) untuk menjaga keutuhan NKRI,” ujar Saryono.
Sebagai organisasi, GP Ansor akan terus mengedepankan kegiatan sosilaisasi empat pilar kebangsaan, sebagai upaya untuk membentengi diri masyarakat dan para generasi penerus dari bahaya anacama paham radikalisme serta terus bersinergi dengan pihak terkait guna menjadikalan Lamteng terus dalam kondisi yang aman dan tentram.(ddy)