Swami Saya Bukan Teroris!! Teriakan Sang Isteri

0
1142
Info Teroris, Lampung Timur, wanita Bercadar
NG Isteri terduga teroris asal Lamtim

RUBRIK,LAMPUNG TIMUR  – Densus 88 anti teror kembali membekuk terduga jaringan teroris, di Lampung Timur, dalam penyergapan itu, Densus 88 mengamankan terduga teroris dengan Nama Fariz Alfarizi (21) warga dusun II Desa Srimenanti Kecamatan Bandar Sribawono Lamtim.

Fariz Alfarizi (21) Terduga Teroris saat tangkap tengah bersama mertua nya, Siswoko (44). Kamis, (21/11/2019) sekitar pukul 8 pagi.

dalam penggerebakan tersebut . Densus 88 mengamankan Barang bukti, yaitu buku panduan shalat sunah, buku shalat khusuk, buku Rasulullah my soulmate dan buku Abu Bakar Ba’Asyir,”yang menangkap empat orang mengenakan baju preman, mengaku dari densus 88″.Ujar Siswoko (mertua terduga)

tak lama dari penagkapan ,  petugas langsusng menggeldah rumah yang dijadikan tempat tinggal tersangka terduga teroris dan anggota melakukan pemeriksaan dan membawa sejumlah buku buku ke agamaan (islam) dan flasdisk,”lalu fariz menantu saya, di bawa ke Mapolsek Bandarsribhawono untuk dilakukan intrograsi, lalu katanya langsung di bawa ke Mabes Polri”.Ujar Siswoyo.

Seketika pukul 14.00, salah seorang perempuan dengan mengenakan cadar bernama NG (20), masuk kedalam rumah tanpa basa basi tiba tiba perempuan bertubuh besar itu mengeluarkan tangisan. “Suami, saya bukan teroris, bukan teroris”.. teriakan dan tangisan itu pecah di tengah sejumlah kerumunan tetangga di dalam ruang tamu.

NG menceritakan bahwa kenal suaminya saat dirinya mengikuti olimpiade sain fisika mewakili SMAN Way Jepara, di jakarta pada tahun 2018 silam. Suaminya berasal dari Tanjung Priok dan dirinya menikah baru 2 bulan,”ya suami saya tidak perrnah juga mengikuti pengajian- pengajian yang tertup yang nyleneh”.Ujar NG.

namun NG membenarkan bahwa sebelumnya Fariz pernah berhubungan dengan Sahe warga Bandar Lampung dan Anan warga Jakarta, yang sudah tertangkap oleh Densus 88, namun  NG meyakini bahwa Fariz tidak pernah ikut dalam kegiatan yang bebau radikal atau sebagai teroris, melainkan hanya ngbrol soal kerjaan,”saya minta agar suami saya jangan di tahan karena suami saya tidak ikut-ikutan kegiatan seperti apa yang disangkakan petugas”.Ujar NG. (GS)

LEAVE A REPLY