Pria di Lampung Tengah Ini Rencanakan Pembegalan Terhadap Tetangganya Sendiri

0
1237
Lampung Tengah. Bangunrejo
Barang bukti uang dan motor hasil rampasan pelaku diamankan Polisi.

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Olga Riyanto (20), warga Kampung Sidomulyo, Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah, menjadi korban pembegalan pada Senin (24/4/2017) pukul 23.00 WIB di Jalan Kampung Sinarbanten, Kecamatan Bekri. Ternyata yang menjadi otak pelaku kejahatan adalah tetangganya sendiri, Triono (30).

Menurut Kapolsek Gunungsugih AKP Agung Ferdika, peristiwa pembegalan ini bermula ketika korban minta ditemani Triono menjual motor Jupiter MX  di Lampung Timur dengan membawa motor masing-masing.

“Setelah menjual motor, korban pulang naik motor Triono yaitu Yamaha Vixion BE 8900 GQ. Sebelum tiba di TKP, Triono menghubungi dua rekannya untuk mencegat. Yakni Parwoto (40), warga Kampung Sidomulyo, dan Damanik (37), warga Kampung Mojokerto, Kecamatan Padangratu,” terang kapolsek Gunung Sugih ini saat gelar perkara, Kamis (27/4/2017).

Kapolsek menambahkan,setelah tiba di TKP, korban dan Triono dipepet motor Honda Supra X 125 yang dikendarai Parwoto dan Damanik menyuruh berhenti dengan mengancam menggunakan senjata tajam berupa golok.

“Merasa terancam, korban dan Triono berhenti. HP Nokia tipe 1280 dan uang tunai Rp 4.350.000 milik korban diambil. Uang milik Triono Rp 2.250.000 dan HP-nya juga diambil. Kemudian Parwoto dan Damanik melarikan diri ke arah Bangunrejo,” ungkapnya.

Setelah itu, kata Agung, keduanya laporan di Pospol Bekri. “Keduanya langsung laporan. Ketika Triono dimintai keterangan berbelit-belit. Berkat kejelian kami, akhirnya Triono mengaku bahwa dirinya yang merencanakan pembegalan,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan ini, pihaknya langsung menahan Triono. “Kami langsung tahan Triono. Pada Selasa (25/4/2017) sekitar pukul 12.00 WIB, kita langsung menangkap Parwoto dan Damanik di kediamannya masing-masing tanpa perlawanan. Akibat perbuatan tersangka, ketiganya diancam Pasal 365 KUHP. Ketiganya​ terancam hukuman 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Sedangkan Triono mengaku melakukan perbuatan ini karena tidak memiliki uang. “Saya perlu uang untuk bantu teman. Makanya saya ajak kedua temen saya  untuk membegal. Saya menyesal,” akunya.

Sementara Damanik yang biasanya bekerja sebagai petani mengaku hanya diajak dan sangat menyesali perbuatannya.

“Saya hanya diajak. Katanya untuk bantu teman yang butuh uang. Saya sangat  menyesal Mas,” terang petani ini sambil tertunduk malu.(*)

LEAVE A REPLY