Perusahaan Migas Asal China Ingatkan Nelayan Lamtim Tak Gunakan Bom Ikan
RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Cnooc Ses Ltd menggelar sosialisasi industri hulu minyak dan gas (migas) bersama masyarakat nelayan di Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Labuhanmatinggai, Lampung Timur, Rabu (27/10/2016).
Selain ratusan nelayan, hadir dalam acara itu Camat Labuhanmaringgai Mucholis, Kapolsek Labuhanmaringgai AKP Salman Fitri, dan juga dari pihak perusahaan Head Of Community Relations Masyuti Yasin.
Sosialisasi ini mengenai objek vital milik negara yang ada di laut Labuhanmaringgai, yaitu lokasi pengolahan migas. Pihak perusahaan Masyuti Yasin mewanti wanti kepada nelayan agar jangan melakukan aktivitas di laut dengan menggunakan bom ikan di sekitar objek vital dan juga jangan menurunkan jangkar di jarak 50 meter dari lokasi pengolahan migas.
Masyuti mengatakan, China National Offshore Oil Corporation (Cnooc Ses Ltd) merupakan salah satu kontraktor kontrak kerja sama (K3S) hulu migas di bawah pengawasan dan kendali SKK Migas yang beroperasi di wilayah kabupaten administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, Kabupaten Lampung Timur, dan Pulau Panjang Kabupaten Serang Banten.
“Cnooc mulai beroprasi di Indonesia pada 2002 yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan Repsol YPF Maxus,” jelas Masyuti Yasin.
Cnooc merupakan salah satu perusahaan migas International milik Pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC) yang berkantor pusat di Beijing. Cnooc memiliki Visi dan Misi menjadi mitra dan operator pilihan dan memberikan nilai tambah bagi tuan rumah Indonesia, dengan salah satu komitmennya melaksanakan program kepedulian (CSR) kepada masyarakat di sekitar perusahaan beroprasi.
“Seperti di desa-desa pesisir yang ada di Kecamatan Labuhanmaringgai ini, kami juga memberikan bantuan sosial berupa berobat gratis, membantu memperbaiki gedung pendidikan, dan memberikan beasiswa kepada warga Labuhanmaringgai yang masih kuliah,” kata Masyuti.(gs)