Pemateri Diskusi LSM Sabang: Pembangunan Infrastruktur Kampung Harus Punya Prioritas

0
295
Annang Prihantoro. Agus M.Destian, DRD
Agus M Destian memberi pemaparan diskusi bersama anggota DPD RI Annang Prihantoro

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Lembaga Swadaya Masyarakat Solidaritas Anak Bangsa (LSM Sabang) menggelar diskusi publik terkait peningkatan infrastruktur di Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (28/7/2017).

Diskusi dengan tema ‘’Meningkatkan kualitas infrastruktur menuju masyarakat Lampung Tengah yang sejahtera’’ itu diisi oleh pemateri anggota DPD RI asal Lampung Anang Prihantoro, Bappeda, dan Dewan Riset Daerah Lampung Tengah.

DRD Lamteng, Agus Litbang, Annang Prihantoro
Warga memadati Balai Kampung Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggibesar

Ratusan warga dari tiga kampung yaitu Kampung Nambah Dadi, Kampung Karang Endah, dan Kampung Ono Harjo nampak hadir dalam diskusi yang bertempat di Balai Kampung Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggibesar tersebut.

Anggota DPD RI Anang Prihantoro dalam penyampainya mengatakan, pembangunan di setiap kampung harus diutamakan skala prioritas karena keterbatasan anggaran, dan setiap pembangunan dibutuhkan adanya peran dari masyarakat.

‘’Pembangunan yang diusulkan oleh warga kampung akan dipilih-pilih kembali mana yang menjadi prioritas dan urgent, karena sama-sama kita ketahui bahwa lambatnya pembangunan infrastruktur dimarenakan  keterbatasan anggaran sehingga semua aspirasi tidak dapat diwujudkan,” terang Anang yang juga anggota Komisi II pengawasan infrastruktur DPD RI.

Senator senayan ini menambahkan, manfaat infrastruktur jalan bagi masyarakat ialah dapat membuka keterisolasian dan mempercepat perubahan kesejahteraan masyarakat.

Anggota Dewan Riset Derah Lampung Tengah Agus M Septian mengatakan, setiap aspirasi masyarakat terkait infrastruktur akan ditampung dan direkomendasikan kepada Bupati Lampung Tengah.

‘’Kami Dewan Riset Daerah adalah instansi yang baru dibentuk di Lampung Tengah, salah satu tugasnya ialah menyerap segala bentuk aspirasi seperti di bidang infrastruktur, pertanian, pendidikan, kesehatan dan teknologi. Semua aspirasi warga tersebut nantinya akan direkomendasikan kepada Bupati Kabupaten Lampung Tengah dan akan menjadi pertimbangan untuk pembangunan di tahun selanjutnya,” ungkapnya.

Kepala Bidang Infrastruktur Bappeda Lampung Tengah Yulinar menjelaskan, pembangunan infrastruktur terlebih dahulu dibahas di tingkat musrenbang kampung, kecamatan hingga kabupaten. Selain itu ada pula aspirasi yang didapat dari kegiatan reses para anggota dewan. Namun pembangunan tetap akan memprioritaskan terhadap fasilitas yang urgent.

Diskusi berjalan cukup interaktif dengan banyaknya warga yang menyampaikan pertanyaan dan masukan kepada para narasumber yang hadir.

Abdurahman, warga Kampung Karang Endah mempertanyakan terkait jalan kampung yang rusak dikarenakan sering dilalui oleh kendaraan berat yang sedang melaksankan pembangunan jalan tol, sehingga masyarakat menggunakan jalan alternatif yang jarak tempuhnya cukup jauh.

“Jalan kampung di Dusun 7 Kampung Karang Endah saat ini dalam kondisi rusak akibat adanya kendaraan berat yang melintas dalam rangka pembangunan jalan Tol Trans Sumatera, sehingga warga yang akan membawa hasil pertanian ke pasar harus menggunakan jalan alternatif yang membutuhkan waktu yang lama,” keluh Abdurahman.

Menyikapi hal tersebut Ir Anang Prihantoro mengajak agar masyarakat bersabar dengan kondisi jalan karena jalan kampung yang rusak akibat pembangunan tol akan diperbaiki oleh pihak pengembang setelah Tol Trans Sumatera selesai bangun.(ddy)

LEAVE A REPLY