Annang Himbau Anggata DPD RI Bisa Meperbaiki Masalah Di Lampung

0
1191
Berita Lampung, Annang Prihantoro, Berita Lampung,

LAMPUNG TENGAH – Di akhir masa jabatannya Anggota DPD RI Annang Prihantoro menghunbau kepada para anggita DPD RI yang baru nanti untuk bisa menyelesaiakan masalah persoalan Agraria di Lampung, Khususnya di Mesuji.

“Konflik agraria di Mesuji harus bisa diselesaikan. Seluas 7.000 Hektare lahan di Register 45 Mesuji yang sudah dilepas Kementerian Kehutanan (Kemenhut),  hingga hari ini belum tuntas sehingga menimbulkan konflik. Setelah diserahkan Kemenhut, pemerintah daerah harus mengurus. Siapa saja yang berhak menerima dan mengelola. Ini karena pemda yang tahu. Ini pemda belum sempat melakukan apa pun sudah jadi perebutan. Tumpang tindih pemilik lahan yang menimbulkan konflik,” terang Anang Prihantoro (29/9/19).

Persoalan ini, kata Anang, jangan dibiarkan. “Masalah ini jangan dibiarkan. Negara harus hadir dalam penanganan konflik agraria. Jika tetap dibiarkan, otomatis akan menjadi sumber konflik,” ujarnya.

Lalu masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, kata Anang, jatah di Lampung mestinya ditambah. “Jatah BBM subsidi di Lampung harus ditambah. Lampung ini dilewati kendaraan daerah lain di Sumatera. Kendaraan luar daerah mengisi BBM di Lampung. Akhirnya jatah Lampung yang seharusnya cukup jadi kekurangan. Ini ketidakadilan yang harus diperjuangkan dan sekarang belum tuntas. Jangan malah disamakan dengan daerah lain di Sumatera. Lampung ini kan pintu gerbang Sumatera,” ungkapnya.

Selain itu, kata Anang, bantuan pemerintah pusat di bidang pertanian. “Bantuan pemerintah pusat bidang pertanian. Paling menonjol bantuan benih yang belum memenuhi harapan petani. Baik itu dari segi kualitas benih dan ketepatan waktu pengiriman. Seperti bibit padi, jagung, dan kedelai. Sering kali datangnya , petani sudah menanam dengan benih seadanya. Idealnya benih tak harus dari pusat. Tapi, anggarannya dari pusat. Pengelolaanya dari petani sendiri. Lewat kartu petani bisa digunakan. Kebutuhannya apa? Tapi, tentunya tetap dalam pengawasan. Jangan sampai malah dimanfaatkan oleh orang yang bukan petani,” ucap Senator yang di kenal dengan Caping Gunung ini.

Begitu juga masalah distribusi pupuk di Lampung, lanjut Anang, sekarang ini belum maksimal. “Lampung punya pola sendiri. Tapi, kni harus didorong secara nasional. Distribusi pupuk, Lampung harus jadi pilot project. Diterapkan dengan baik. Bukan tak mungkin bisa jadi role model di Indonesia. Pendataaan pupuk harus jelas. Siapa petani yang berhak mendapat pupuk subsidi,” ujarnya.

Selanjutnya penempatan sistem resi gudang (SRG), kata Anang, sekarang ini tidak begitu berjalan dengan baik. “Penempatan SRG di Lamteng jauh dari tempat produksinya. SRG dibangun pemerintah pusat dan pengelolaannya diserahkan ke daerah untuk menampung hasil pertanian. Ini tapi banyak tak jalan. karena anggarannya kurang maksimal, pelaksananya kurang terlatih, dan pengawasannya kurang. Padahal SRG bermanfaat bagi petani. Petani bisa nitip hasil panen. Bisa pinjam uang. Kalau harga bagus, baru bisa dijual. Ini sangat rasional karena bukan hanya padi. Bisa juga hasil pertanian lainnya. Jatuhnya harga karet dan sawit juga harus jadi perhatian pemerintah pusat.,” imbuhnya.

Dipenutupannya, Anang Prihantoro menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Lampung yang telah memberikan kesempatan dan berharap para senator yang menggantikan dapat bekerja untuk kepentingan rakyat Lampung.
“Sebagai anggota DPD RI yang tinggal beberapa hari yang harus mengakhiri masa jabatan, pertama Saya mengucapkan Terima kasih kepada seluruh masyarakat Lampung yang selama sepuluh tahun ini mendapat kesempatan berbakti, mengabdi kepada masyarakat Lampung, tentu dalam perjalanan yang tidak pendek ini bagi saya sebuah proses intrasosial yang sebagai manusia biasa boleh jadi ada kekurangan dan kesalahan terutama kepada masyarakat Lampung .Dan Saya berharap supaya yang menggantikan posisi Saya di Senayan betul betul melihat PR tadi, Kekurangan yang saya miliki untuk dijadikan pemacu supaya dapat bekerja dengan maksimal, lebih efektif dan akhirnya bermanfaat untuk kepentingan Rakyat Lampung”, tuntasnya.

LEAVE A REPLY