Operasi Pasar Beras Pemkab Lamteng Tuai Keluhan, Harga Mahal dan Kualitas Jelek

0
689
Beras buruk. raskin
Puluhan karung beras

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menggelar Operasi Pasar (OP) Cadangan Beras Pemerintah (CBP) guna menanggulangi melonjaknya harga jelang Natal dan tahun baru.

Ironisnya, operasi pasar yang bekerja sama dengan Bulog dan digelar di Kampung Nunggalrejo, Kecamatan Punggur, dikeluhkan warga, Rabu (20/12/2017). Pasalnya, harga beras yang ditawarkan Bulog Subdivre Lamteng masih mahal.

Marliya (60), warga Kampung Nunggalrejo, mengatakan bahwa dirinya batal membeli beras beberapa karung berisi 5 kg karena harganya masih mahal Rp 8.000 per kg.

“Saya kirain harganya murah, Mas. Makanya saya niat ambil beberapa karung. Nggak tahunya masih mahal. Terpaksa saya batalkan dan hanya beli dua karung,” keluhnya.

Hal sama diungkapkan Wicik (55), warga Kampung Nunggalrejo lainnya. “Ini kan beras pemerintah. Masak harganya Rp 8.000 per kg. Ini mah harganya hanya beda dikit dengan di warung. Sudah ditawar nggak boleh. Katanya harga beras ini sudah standar,” ujarnya.

Berbeda dengan pernyataan Suminta (50), warga Kampung Nunggalrejo  lainnya. Menurutnya, beras yang dijual banyak yang jelek.

“Berasnya banyak yang jelek. Jadi kita harus milih. Sebab ada beras yang banyak kutunya. Kalau asal ambil, sama saja dengan beras bagi warga miskin (raskin),” katanya.

Suheti (40), warga yang membeli dua karung menyatakan bahwa dirinya agak lama memilih beras karena warnanya banyak yang kusam.

“Saya tadi pilih-pilih beras. Banyak yang kusam. Jadi memang harus jeli memilihnya. Harganya juga masih mahal dibanding beras kualitas super yang hargnya Rp 11.000 per kg. Kalau beras super pasti terjamin kualitasnya. Kalau beras kualitas sedang harganya Rp 9.000 per kg,” ungkapnya.

Sedangkan Budi, perwakilan Bulog Metro menjelaskan bahwa OP CBP ini untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang natal dan tahun baru.

“Ini untuk menjaga stabilitas harga beras jelang Natal dan tahun baru. OP ini juga sudah beberapa hari dilakukan. Lokasinya ditentukan Dinas Perdagangan. Kita akan siapkan berasnya dengan harga standar medium Rp 8.000 per kg. Kalau kurang tinggal ambil lagi di Bulog sesuai kebutuhan,” katanya

Apabila kualitas berasnya jelek, kata Budi, bisa ditukar. “Kalau berasnya jelek bisa ditukar. Kondisi berasnya memang seperti ini. Namun, kita jamin beras ini layak konsumsi. Sekarang ini bawa 1,5 ton,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Syarif Kusen menyatakan bahwa pihaknya hanya menentukan lokasi OP CBP. “Kani hanya menentukan lokasi. Masalah ketersediaan beras dan harganya kewenangan Bulog,” katanya.

Syarif Kusen menambahkan, OP CBP ini dilakukan di tujuh titik lokasi atau tujuh kecamatan.

“Ada tujuh titik OP CBP yang telah ditentukan. Yakni Pasar Bandarjaya, Terbanggibesar; Pasar Punggur; Pasar Kotagajah; Pasar Kalirejo; Pasar Bandarsari, Padangratu; Pasar Payungrejo, Pubian; dan Pasar Candirejo, Waypengubuan. Tapi, ada juga pilihan kecamatan di kampung-kampung yang benar-benar memerlukan,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY