Tiga Narapidana Memperoleh Remisi Khusus pada Hari Natal Tahun 2017

0
533
Penjara, Lapas Gunungsugih
Pemberian remisi bagi penghuni lapas Gunungsugih Lampung Tengah

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Tiga narapidana beragama Katolik/Protestan mendapatkan pengurangan masa pidana atau remisi khusus Hari Natal. Selain menjadi momen keagamaan untuk seluruh umat Katolik/Protestan, hari suci ini  juga menjadi hadiah yang sangat dinanti bagi sebagian narapidana di Lapas Klas III Gunung Sugih.

Adapun total penganut agama Katolik-Protestan yang ada di Lapas Gunung Sugih sebanyak tujuh orang yang terdiri dari empat orang tahanan dan tiga orang narapidana.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas III Gunung Sugih, Syarpani menjelaskan, pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Remisi Khusus Natal diberikan kepada narapidana beragama Katolik-Protestan, yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif,  di antaranya persyaratan telah menjalani pidana minimal enam bulan dan tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta aktif mengikuti program pembinaan di lapas / rutan,” jelasnya, Rabu (20/12/2017).

Narapidana yang termasuk dalam kategori PP No. 28 /2006 dan PP 99 / 2012, harus memenuhi syarat – syarat khusus tambahan. Tindak pidana yang terkait ketentuan ini adalah Korupsi, Terorisme, Narkotika dan Prekusor Narkotika, Psikotropika, Kejahatan terhadap keamanan negara, Kejahatan HAM berat, Kejahatan transnasional terorganisasi.

“Remisi  ini diharapkan menjadi provokator bagi warga binaan untuk selalu berintegritas, berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang telah ditentukan,” ungkap pria penuh inovasi ini .

“Remisi sebagai reward, penghargaan negara kepada Narapidana yang menjaga lapas selalu aman, di lain pihak tentunya akan ada punishment apabila warga binaan melakukan pelanggaran, termasuk sanksi tidak diberikan remisi,” imbuhnya lagi.

Remisi Khusus Hari Raya ini terdiri dari dua kategori, yaitu Pertama, Remisi RK-1 diberikan kepada narapidana yang setelah mendapatkan Remisi Khusus masih menjalani sisa pidana. Kedua, Remisi RK-2 diberikan kepada narapidana yang langsung bebas pada saat pemberian Remisi Hari Natal.(ddy)

LEAVE A REPLY