Jembatan Penghubung Kampung Simpang Agung-Dono Arum Ambrol, Ini Jalur Alternatif Pengendara di Lamteng

0
66
Jrmbatam Putus, Simoang Agung, Jembatan Lampung Tengah
Kondisi Jembatan yang ambrol

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Jembatan Kaliwayit sepanjang 10 meter dari Kampung Simpang Agung menuju Kampung Dono Arum ambrol, Selasa (1/5/2018).

Dua ruas dari dua pondasi terputus dan ambles dengan kedalaman mencapai 2,5 meter ke dasar tanah.

Kondisi usia jembatan yang sudah tua dan belum pernah diperbaiki disertai sering terendam banjir dimungkinkan penjadi penyebab ambrolnya jembatan ini.

Camat Seputih Agung, Sariman saat dikonfirmasi mengungkapkan kejadian ambrolnya jembatan sekitar pukul 04.00 WIB dimana dari informasi warga sebelumnya terdapat tujuh mobil muatan singkong konvoi dari arah Dono Arum melintasi jembatan menuju arah Bandarjaya untuk menjual singkong.

Setelah mobil ketujuh melintas ada suara jembatan ambrol.

“Setelah mengetahui jembatan ambrol kami langsung memasang portal dari dua arah jalan Simpang Agung dan Dono Arum supaya warga yang akan melewati jembatan tidak sampai masuk. Saat ini kami sedang mencari gelugu untuk digunakan sebagai alternatif jembatan,” ujarnya.

Menurut Sariman, pihaknya juga langsung koordinasi dengan Plt Bupati Lampung Tengah, Dinas Bina Marga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan secepatnya akan ditindaklanjuti perbaikan jembatan dengan menggunakan alokasi dana tanggap darurat.

“Sekitar satu minggu ini akan langsung dilakukan perbaikan sambil menunggu material bahan,” paparnya, Selasa (1/5/2018).

Sebagai jalur alternatif untuk masyarakat yang akan menuju Dono Arum ada dua jalur yang berada di Kampung Endang Rejo melalui tanggul irigasi yang dapat menembus jalan menuju Dono Arum dan Fajar Asri.

Sementara di Simpang Agung juga ada jalan alternatif lain melalui tanggul di dekat lapangan untuk menembus jalan ke Dono Arum.

”Untuk sementara ini warga sedang gotong royong membuat jembatan darurat dari batang pohon kelapa dan ditimbun tanah agar dapat dilalui karena ini merupakan jalur utama menuju beberapa kampung di sekitaran Seputih Agung dan juga menuju Kecamatan Anak Tuha,” terang Sariman.

Sementara Budiono (40), warga setempat mengaku sempat terkejut ketika mendengar suara jembatan ambrol.

“Kondisi jembatan ini selain faktor usia juga posisi jembatan sudah menipis ketebalannya yang tergerus air akibat banjir Kaliwayit yang sampai luber hingga ke jalan dan sampai ke area pasar Simpang Agung. Kami berharap tindak lanjut aparatur pemerintah bisa segera melakukan perbaikan karena jembatan ini jalan vital yang dilalui oleh warga dari banyak kampung di Kecamatan Seputih Agung ini,” ujar Budiono.

Pantauan di lokasi, warga tampak bergotong royong melakukan perbaikan sementara. Banyak warga yang berkerumun dan yang berkendara motor serta mobil balik arah untuk mencari jalan alternatif. Untuk pejalan kaki ada yang menggunakan kayu untuk dapat melintasi jembatan ini.(Ddy)

LEAVE A REPLY