Sejak Lama Warga Lamteng Curigai Aktivitas Gafatar
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Berbagai spekulasi tentang kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Di Lampung Tengah sendiri, warga yang pernah bertetangga dengan kelompok radikal tersebut mengakui banyak hal yang tak wajar terkait aktivitas Gafatar, mulai dari resepsi pernikahan hingga menyangkut pendidikan anak-anak.
Keberadaan kelompok Gafatar di tengah masyarakat, khususnya di Lampung Tengah ternyata sejak lama telah menjadi perhatian. Warga curiga dengan kelompok tersebut karena tidak menganut faham yang lazim pada umumnya.
Misalnya, kelompok yang menyebut Tuhan dengan Tuan ini juga tak butuh pemuka agama untuk pernikahan anggotanya karena pernikahan mereka cukup dengan baptis dari anggotanya. Selain itu, warga juga heran dengan pendidikan anak-anak Gafatar yang meskipun berseragam sekolah seperti pada umumnya, namun mereka hanya di rumah. Pengakuan anak-anak Gafatar mereka cukup belajar dari rumah menggunakan laptop.
Hal ini diperkuat dengan dokumen yang ditemukan di eks kantor Gafatar yang berada di Panggungan, Gunung Sugih, di mana dicatat dalam agenda bulanan mereka kelompok ini secara terorganisir melakukan pelatihan pendidikan bagi anak anak di hampir seluruh kabupaten yang ada di Lampung empat kali setiap bulannya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah Adi Herliansyah mengakui keberadaan kelompok Gafatar yang banyak terdapat di wilayahnya. “Kelompok tersebut adalah kelompok gerakan bawah tanah sehingga mereka sulit untuk terlihat. Saat ini pemerintah daerah bekerja sama dengan kepolisian memonitor dan memberantas gerakan-gerakan golongan atau ormas yang menyalahi aturan atau sesat seperti Gafatar,” pungkasnya.(*)