Puasa Bagi Penderita Maag Itu Boleh Bahkan Baik
Rubrikmedia.com, Lifestyle – Banyak dari penderita maag ataupun asam lambung yang merasa khawatir dan takut untuk berpuasa selama bulan Ramadhan.
Alasan tentu adalah karena takut kalau maag atau asam lambung yang dideritanya kambuh jika berpuasa.
Pertanyaannya apakah berpuasa itu akan menyebabkan penyakit gangguan lambung yang kita alami akan semakin parah? Ataukah penderita gangguan lambung tidak dapat melakukan puasa.
Berpuasa adalah agar kita menjadi sehat, telah banyak penelitian ilmiah membuktikan manfaat dari berpuasa, diantaranya yang sangat penting adalah memberikan sistem pencernaan kita waktu yang banyak untuk beristirahat.
Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, MMB, FINASIM, FACP, dari divisi gastroenterologi, Departmen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, menjelaskan, pasien maag masih bisa berpuasa dengan memperhatikan pola makan dan jenis makanan yang disantap selama sahur dan berbuka puasa.
Meski dalam seminggu pertama perut akan terasa sakit, tapi menurut Ari kondisi tersebut sangatlah normal.
“Wajar di seminggu pertama perut akan begah dan tidak terasa nyaman, karena dia sedang adaptasi,” ujar Ari saat memberi paparan dalam seminar Kiat Sukses Puasa Ramadan Tanpa Gangguan Pencernaan di RSCM Kencana.
Setelah mengisi perut saat sahur, enam sampai delapan jam kemudian perut akan kosong dan terjadi peningkatan asam lambung yang dapat menyebabkan gejala mag.
Namun, menurut Ari, pasien mag yang berpuasa justru tidak akan mengalami kesakitan pada lambung dan ulu hati. Ini karena puasa justru membuat pasien mag menjalankan pola makan yang lebih teratur.
“Keluhan sakit mag yang timbul pada pasien biasanya akibat ketidakteraturan makan, konsumsi camilan berlemak, asam, dan pedas sepanjang hari, minuman bersoda, kopi, juga merokok ditambah stres,” ujarnya.
Sementara saat puasa, pasien mag hanya bisa makan dua kali sehingga kebiasaan yang memicu maag jadi berkurang. Namun, Ari menekankan agar pasien mag tetap mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter pribadi saat sahur.
“Obatnya harus diminum saat sahur dan hindari makanan yang memicu asam lambung tadi, seperti makanan berlemak dan gorengan,” ujar Ari. (*)