Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketua DPC PDI-P Lamteng: Perbedaan Adalah Modal untuk Persatuan
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) Lampung Tengah menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-72, Kamis (1/6/2017) di halaman kantor partai di Jalan Negara Seputih Jaya, Kecamatan Gunungsugih.
Kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Di Lampung Tengah sendiri, peringatan Hari Lahir Pancasila ke-72 dipimpin oleh wakil Ketua DPRD Sekaligus Ketua DPC PDI-P Lampung Tengah J Natalis Sinaga dan diikuti oleh beberapa orang anggota DPRD Lampung Tengah dari fraksi PDIP lainya, para pengurus DPC, serta pengurus ranting se-Lampung Tengah.
Dalam amanat Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang dibacakan oleh Sekretaris DPC PDI-P Lampung Tengah H R Zugiri, Pancasila telah menjadi norma fundamen filsafat pikiran yang sejernih-jernihnya jiwa serta hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia merdeka yang kekal dan abadi.
Mega juga meminta kepada semua pejuang-pejuang Pancasila agar menyatukan hati, pikiran, ucapan dan tindakan untuk perjuangan Pancasila dan menjadikan gotong royong sebagai cara kerja di manapun dan kapanpun.
Dengan terus berjuang di jalan ideologi Pancasila dan hidup sebagai pejuang pancasilais dapat mencapai tujuan masyarakat adil dan makmur.
“Hanya dengan cara itu, kita akan dapat mencapai tujuan masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan cita-cita didirikannya Negara Proklamasi 17 Agustus 1945,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Lampung Tengah Natalis Sinaga mengatakan bahwa generasi muda dan semua elemen masyarakat haruslah selalu memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan di Indonesia.
“Melalui momen peringatan lahirnya Pancasila ke 72 di tahun 2017 ini, haruslah diisi dengan penggalangan kepada semua elemen masyarakat dan generasi muda agar dapat memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan di semua lini kehidupan,” pesannya.
Natalis menambahkan bahwa Generasi muda haruslah menyadari bahwa perbedaanlah yang akan menjadi modal untuk mempersatukan Indonesia.(ADV)
