Mantan Anggota DPR Dipenjara 8 tahun Karena Kasus Suap

0
1181
Mantan ANggota DPR, Kaus Suap, KPK, Hukuman Penjara, Fraksi PAN
Mantan Anggota DPR, Sukiman/ sumber : kabar24.bisnis.com

RUBRIK, JAKARTA- Sukiman, mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersandung kasus suap dengan menerima sejumlah uang terkait pengurusan dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak periode 2017-2018.

Dalam kasus ini, Sukiman terbukti menerima suap senilai Rp 2.650.000.000 dan 22.000 dollar Amerika Serikat dari mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pegunungan Arfak Natan Pasomba bersama Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy dan dua rekanan Dinas PU Pegunungan Arfak bernama Nicolas Tampang Allo dan Sovian Lati Lipu.

Karena kasus tersebut, Sukiman dikenai hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 500.000.000 subsider enam bulan kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada sidang yang dilakukan secara teleconference pada Rabu (01/04).

Melansir Kompas.com, Jaksa mengungkapkan bahwa Sukiman mendapat keringanan karena bersikap sopan selama persidangan dan memiliki tanggungan keluarga. Sedangkan, hal yang memberatkan adalah Sukiman dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan tidak mau mengakui perbuatannya.

“Kami Penuntut Umum dalam perkara ini menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, satu, menyatakan Terdakwa Sukiman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” bunyi surat tuntutan JPU KPK yang dibacakan dalam sidang via teleconference, Rabu (01/04).

Sukiman sendiri diketahui menerima suap melalui Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Keuangan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemengerian Keuangan periode 2015-2017 Rifa Surya dan tenaga ahli anggota DPR dari Fraksi PAN Suherlan supaya Kabupaten Pegunungan Arfak mendapatkan alokasi anggaran yang bersumber dari APBN Perubahan Tahun Anggaran 2017 dan APBN 2018.

Jaksa juga menilai bahwa Sukiman telah melaggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. (dw/us)

LEAVE A REPLY