Lagi, Masyarakat Lamteng Laporan Pembagian Sembako Balongub Lampung ke Panwaslu
RUBRIKRUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Masyarakat Lampung Tengah (Lamteng) mengeluhkan maraknya pembagian sembako yang sekaligus membagikan contoh surat suara pemilihan salah satu balongub Lampung 2019-2024, Arinal Djunaidi yang membuat warga bingung dan takut.
Atas hal tersebut, tokoh pemuda Lamteng mewakili warga Kampung Muji Rahayu, Kecamatan Seputih Agung menyerahkan sembako milik salah satu balongub Lampung ke kantor Panwaslu Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (3/1/2018) pukul 11.00 WIB.
Penyerahan sembako dan atribut oleh Tokoh Pemuda Lamteng ke kantor panwas ini karena warga merasa diresahkan. Pasalnya, pembagian sembako ini menyelipkan contoh surat suara dan pernah membagikan ke rumah-rumah di waktu subuh secara diam-diam.
Perwakilan tokoh pemuda, Andriansyah Andi dan Yunisa Putra menjelaskan, mereka mendapatkan telepon dari warga bahwa ada pembagian logistik dan atribut dari salah satu balongub Lampung yang warga sendiri menolak untuk menerimanya.
”Ya kami tadi ditelepon oleh warga Kecamatan Seputih Agung, tepatnya di Kampung Muji Rahayu. Warga merasa bingung dan takut dengan adanya pembagian logistik dan atribut ini, karena di salah satu atribut yang dibagikan terdapat contoh surat pemilihan suara dan formulir kunjungan relawan,” terang Andi.
Yunisa Putra menambahkan bahwa untuk menghindari terjadi permasalahan maka pihaknya berinisiatif untuk melaporkan temuan tersebut kepada Panwaslu Kabupaten Lampung Tengah. Dan tidak menginginkan adanya money politic di tengah masyarakat dalam Pilkada 2018 mendatang.
”Semua logistik dan atribut yang tersisa tersebut kami bawa ke kantor Panwaslu Lamteng sebagai barang bukti. Kami tidak senang dengan adanya money politi, ini karena bukan pembelajaran yang baik kepada masyarakat Lampung Tengah khususnya dan juga Lampung,” sambung Yunisa Putra.
Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Lampung Tengah, Harmono membenarkan adanya laporan atas adanya pembagian sembako dan atribut yang ada contoh surat suara salah satu balongub.
“Ini sudah yang kedua kalinya kita menerima laporan masyarakat atas salah satu balongub Arinal dan akan kami tindak lanjuti siapa pemilik barang barang tersebut dan akan kami minta keterangan atas kejadian ini,” tutur Harmono.
Harmono juga menambahkan, untuk laporan yang kedua kalinya ini jelas akan menjadi prioritas ke depannya.
“Karena insiden kali ini sudah terindikasi money politic, dan ini bisa membohongi masyarakat. Langkah kita saat ini hanya bisa mencegah dan memberi teguran karena masih dalam waktu sosialisasi belum memasuki masa kampanye,” pungkasnya.(*)