Dualisme PPP sampai Pringsewu, Kubu Romi Dukung Ardian-Arimbi dan Kubu Djan Dukung Sujadi-Fauzi

0
534

RUBRIK, PRINGSEWU – Dualisme kepengurusan di dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tingkat pusat mulai merambat hingga daerah. Seperti halnya DPP PPP yang mempunyai dua kepemimpinan, kini DPC PPP Kabupaten Pringsewu juga terbagi menjadi dua kubu, Kubu Romahurmuziy (Romi) dan PPP kubu Djan Faridz.

Hal ini terbukti saat DPC PPP Pringsewu menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) III PPP Kabupaten Pringsewu yang digelar di Aula Gerojogan Sewu Kabupaten Pringsewu, Minggu (5/2/2017).

Bahkan secara mengejutkan PPP kubu Djan Faridz mendeklarasikan untuk mendukung calon Bupati dan wakil Bupati Pasangan Sujadi-Fauzi dalam Pilkada Pringsewu 2017. Sedangkan PPP Kubu Romahurmuziy masih tetap memilih mendukung Ardian Saputra-Dewi Arimbi.

Menurut Ujang Tomi, Plt Ketua DPC Kabupaten Pringsewu saat ditemui rubrikmedia.com, dasar mendukung dan mendeklarasikan pasangan nomor 2 Sujadi–Fauzi adalah SK DPW PPP Provinsi Lampung, berdasarkan kesepakatan pengurus DPC dan PAC se-Kabupaten Pringsewu dan diperkuat keputusan DPW Provinsi Lampung.

“Dalam muscab ini ada beberapa hal yang akan dibahas di antaranya, melakukan dan menetapkan program partai ke depan, membentuk pengurus baru, mendukung dan mendeklarasikan pasangan nomor urut 2 Sujadi-Fauzi,” paparnya.

Kegiatan Muscab III PPP Kabupaten Pringsewu ini dihadiri oleh Hanafi Aman selaku ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Lampung beserta jajaranya, serta Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-kabupaten Pringsewu.

Sementara PPP kubu Romahurmuzy yang dimotori Sahidin selaku ketua DPC PPP Kabupaten Pringsewu tetap memastikan akan tetap mendukung pasangan Ardian-Arimbi.

Hal ini disampaikan terpisah saat ditemui rubrikmedia.com di kantor sekretariat DPC PPP Pringsewu. Dia juga mengaku tidak tahu menahu tentang adanya Muscab kemarin ataupun tentang adanya PPP tandingan di Pringsewu.

“Kami tetap mendukung Ardian-Arimbi di pilkada ini. Kami juga tidak tahu dan tidak mau adanya persoalan muscab tersebut dan kami pun tidak mau ikut-ikutan,” singkat Sahidin.(*)

LEAVE A REPLY