Pencairan Tunjangan Guru di Lamteng Rampung, Kadisdik: Silakan Cek Rekening Masing-masing
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Dana tunjangan profesi guru (TPG) atau sertifikasi untuk triwulan pertama tahun 2017 di Kabupaten Lampung Tengah telah cair.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lamteng A Helmi menjelaskan bahwa guru di Lamteng yang mendapatkan tunjangan sertifikasi berjumlah 4.440 guru.
Mereka terdiri dari guru pendidikan anak usia dini (Paud) atau TK, guru sekolah dasar (SD) dan guru sekolah menengah pertama (SMP).
“Proses pencairan sudah selesai. Hari ini mulai ditransfer ke rekening masing-masing guru. Kabupaten Lampung Tengah merupakan daerah pertama di Provinsi Lampung yang sudah membayarkan dana TPG triwulan pertama ini,” ujar Helmi, Senin (15/5/2017).
Helmi menambahkan, kucuran dana untuk membayar TPG di Lamteng mencapai Rp 52 miliar. “Silakan dicek masing-masing di rekeningnya. Insya Allah sudah masuk,” katanya.
Pihaknya berharap sudah cairnya TPG akan memotivasi guru untuk terus mendidik siswa-siswi di Lamteng.
Sementara itu, pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKAD) Lamteng membenarkan bahwa proses pencairan TPG sudah selesai.
“Iya, Jumat (12/5/2017), sudah selesai diproses,” ujar Kepala BPKAD Lamteng Madani melalui Kabid Perbendaharaan dan Belanja Pegawai Ricky Augusta.
Sekretaris Karang Taruna Lampung ini menjelaskan, TPG yang dicairkan sebesar Rp 52.755.741.000. Rinciannya, untuk 33 guru TK Rp 572.445.000. Sementara untuk guru SD sebanyak 3.252 orang, dengan rincian dana Rp 39.356.512.700 dan untuk guru SMP 1.132 orang dengan besaran dana Rp 12.826.783.300.
Sementara itu, Bupati Lampung Tengah Mustafa berharap pemberian insentif atau sertifikasi dari pemerintah dapat diimbangi dengan peningkatan kinerja guru. Tak sekadar mengajar, guru diharapkan mampu mendidik siswa menjadi pribadi yang berkarakter, berkualitas dan berprestasi.
“Dalam mengajar, guru harus punya output atau target yang harus dicapai. Jangan sampai nantinya kita hanya berbicara kuantitas, tetapi juga kualitas. Tak hanya menghasilkan banyak lulusan, tetapi bagaimana siswa tersebut mempunyai nilai dan daya saing,” pungkasnya.(*)