Sedot Ratusan Pengunjung,Pasar Yosomulyo Pelangi Infakkan Keuntungan Ke Mushola

0
102
Info Payungi,Metro Kuliner, Tempat Wisata Kota Metro, Berita Metro
Pintu masuk menuju Pasar Yosomulyo Pelangi

RUBRIK, METRO – Jika anda berkunjung ke Kota Metro Provinsi Lampung, jangan lupa singgah di Pasar yosomulyo pelangi atau (PAYUNGI). Pasar yang berada di Jalan Kedondong, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat ini hanya dibuka setiap hari Minggu.

Meski tergolong baru dibuka pasar ini mampu menyedot pengunjung setiap minggunya, Seperti gelaran ke 6 kali nya ini, ratuasan pengunjung terus berdatangan seperti halnya minggu – minggu sebelumnya.

di dalamnya, payungi memiliki berbagai hal unik nan menarik. Saat pertama pengunjung baru melangkahkan kaki  masuk ke arah lokasi pasar, sudah disambut dengan pojok buku cangkir.id,  kemudian tembok murral yang sangat eye catching, hingga pedagang makanan tradisional yang ramah tamah berjejer dengan ragam sajian kuliner.

Pengunjung juga bisa mengedukasi buah hati dengan memberi makan ternak, mulai dari ikan, hingga kelinci, serta melihat produksi lebah.

untuk yang suka degan tantangan, cukup membeli tiket seharga lima ribu rupiah, pengunjung bisa menikmati wahana Flying Fox yang tersedia untuk anak anak ataupun orang dewasa, pengunjung juga bisa berlatih olahraga Panahan dan Lempar Pisau.

Pusat Wisata Metro, Lampung Wisata,Wisata Lampung,Pasar digital,Yosomulyo
Lokasi Pasar Yosomulyo Pelangi yang berada di jalan Kedndong Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat,Kota Metro Lampung.

Yang tak kalah menarik, bagi pengunjung yang rindu dengan makanan tradisional dan sudah sulit ditemukan, PAYUNGI juga menyediakan jajanan tradisional dengan harga yang sangat terjangkau.

Anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam saat berbelanja di payungi, harga makanan mulai dari lima ratus rupiah hingga lima ribu rupiah.

Dharma Setyawan, selaku penggagas Pasar Yosomulyo Pelangi mengatakan, PAYUNGI ini adalah pasar digital, tapi produknya adalah makanan tradisional, namun promosinya menggunakan media digital.

Wisata Kota Metro,Pasar Tradisional Metro, Payungi,Pasar Pelangi ,Yosomulyo,Berita Metro,Media Online Lampung
Pungunjung Pasar Yosomulyo Pelangi tengah asik ber selfie ria.

PAYUNGI menurutnya, memudahkan masyarakat untuk menemukan jajanan atau makanan tradisional yang sudah sulit ditemukan di era sekarang ini, seperti getuk, cenil, gatot,hingga olahan jajanan lain/ yang terbuat dari singkong dan umbi-umbian.

Yang terbaru saat ini, PAYUNGI  sedang membudidayakan lebah lanceng, lebah yang menghasilkan madu yang berkhasiat. sehingga nantinya bisa dibuka wisata lebah di pasar ini.

menurut Dharma, tema- tema diadakan berbeda-beda setipa minggu nya, untuk minggu sebelumnya sudah dengan tema Klasik, dan minggu ini dengan tema Bonsai, selanjutnya akan terus berubah dalam setiap minggunya.

“Berdirinya pasar ini awalnya karena komunitas warga mendirikan rumah baca pojok buku cangkir dan tempat bermain anak kemudian masyarakat bergotong royong membuat pasar ini dan juga mendapat support dari komunitas Generasi Pesona Indonesia (GENPI). Awalnya warga setempat meragukan konsep Pasar Yosomulyo Pelangi, namun berkat modal dari Infak Mushola dan dibantu dengan promosi melalui media digital, pada setiap gelarannya pengunjung semakin bertambah dan omzet pedagang tradisional semakin tinggi,” ujar Dharma.

Saat ini setiap keuntungan dari pedagang yang berjualan di Pasar Yosomulyo sebagian telah di infakan kedalam Mushola dan di sisihkan untuk kemajuan Pasar Yosomulyo Pelangi menuju salahsatu destinasi wisata di Kota Metro.(yus)

LEAVE A REPLY