Petani Banakat Minyak Menduga Proyek Irigasi 4 Milyar Lebih Menyalahi Aturan

0
344
Berita PALI, Info PALI, Media PALI
Kondisi Proyek Irigasi do Desa Banakat Minyak.

RUBRIK, PALI – Masyarakat Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengeluhkan Proyek pembangunan irigasi  untuk persawahan.

Proyek irigasi yang dikerjakan oleh Subkon PT BAHANA PRATAMA KONTRUKSI, diduga kuat menyalahi aturan dan tidak melibatkan warga serta pemerintah daerah  setempat, untuk menentukan titik nol bangunan.

Hal tersebut berdampak kepada  kebun warga yang terkena pencemaran dan pengrusakan lingkungan akibat dari pembangunan perusahaan tersebut, dan  belum ada ganti rugi dari pihak kontraktor sampai saat ini.

Sebenarnya Petani tidak setuju dengan pembangunan irigasi yang melintasi lahan sawah warga, karena di lokasi tersebut tidak dibuat embung atau bendungan irigasi pada umumnya, dan bangunan irigasi tidak menyambung satu sama lain atau terputus-putus dari persawahan.

Biaya yang digelontorkan untuk proyek irigasi yang bersumber dari dana APBD Kabupaten PALI sebesar Rp.4.893.219.000.00  digulirkan hanya untuk membangun irigasi yang hanya mengaliri persawahan miliki  tujuh orang kepala keluarga. Menurut informasi yang dihimpun panjang irigasi yang dibangun dengan anggaran sebesar itu hanya panjang sekitar 800 meter.

Abdulah (55) warga Desa Benakat Minyak, mengatakan, Pemerintah harus segera bertindak untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran dan pengrusakan lingkungan yang diduga ulah perusahaan tersebut.

“Bagi saya proyek ini tidak masuk akal, penempatannya jelas salah, kalau hanya untuk mengaliri pembuatan irigasi yang luas hanya 3-4 hektar persawahan, dengan memakan dana hampir 5 miliar, menurut saya itu kebesaran dan keterlaluan”, ujar Abdul kepada kepada Media, Jumat (30/11).

Sudarsono sebagai Kepala Dusun III Desa Benakat Minyak mengaku, tidak pernah dilibatkan dalam musawarah pembanguan pembuatan irigasi tersebut, padahal itu jelas wilayah kampung dimana ia bertugas.

“Dari pemerintah desa ataupun pihak proyek tidak pernah untuk berkordinasi kepada saya”, terang Sumarsono

Sudarsono juga mebenarkan , ada beberapa sawah warga yang tidak mau dibuatkan irigasi sehinga bangunan hanya tampak depan dan di ujung saja, yang anehnya lagi tidak dibuatkan bendungan air atau sumber mata air.

Sampai berita ini ditayangkan, konfirmasih terhadap Subkon PT Bahana Pratama Kontruksi atas nama Pico, melalui pesan WhatsApp nomor telepon 08526873XXXX, belum memberikan jawabannya.(Ted)

 

LEAVE A REPLY