Pemuda di Pringsewu Curi Burung-burung Milik Tetangga dan Rekannya Sendiri

0
878
Kriminal, Portal Berita Lampung, Pringsewu
Barang bukti kejahatan pencurian burung diamankan jajaran Polsek Ptingsewu

RUBRIK, PRINGSEWU – Jajaran Polsek Pringsewu berhasil menangkap AK (30), warga Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu. AK merupakan tersangka spesialis pencuri burung di wilayah Kecamatan Pringsewu.

“AK berhasil ditangkap Satreskrim Polsek Pringsewu, Minggu (8/10/2017) atas tuduhan telah melakukan pencurian sejumlah burung dengan berbagai jenis di tiga TKP (tempat kejadian perkara) berbeda,” ungkap Kapolsek Pringsewu Kompol Andik Purnomo Sigit, Selasa (10/10/17).

Andik melanjutkan, tersangka melakukan aksinya saat rumah para korban dalam keadaan kosong. “Jadi pelaku ini paham situasi rumah korban, dan kenal pula dengan korban,” terangnya.

Kapolsek mengatakan, korban pertama adalah Agus Riyanto, warga Sidoarjo. Pelaku mencuri tiga ekor burung jenis love bird milik Agus pada 14 Agustus 2017 sekitar pukul 19.00 WIB. Akibatnya korban mengalami kerugian sekitar Rp 11 juta.

Pada hari yang sama sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku mencuri dua ekor burung milik Dedi Saputra, satu ekor burung branjangan dan satu ekor burung love bird. Dedi mengalami kerugian Rp 5 juta.

“Untuk yang ketiga kalinnya pada 18 September, AK kembali mencuri sepasang burung murai seharga Rp 7 juta milik Reza Yusuf,” kata Kapolsek.

Saat pelaku ditangkap di rumahnya, lanjut kapolsek, petugas mengamankan beberapa ekor burung hasil curian sebagai barang bukti, namun kepada petugas pelaku mengaku bila sebagian burung hasil curian sudah lepas.

“Barang bukti berhasil diamankan dari AK berupa seekor burung branjangan, seekor burung murai batu, empat burung lovebird, tujuh sangkar besi burung kicau, speaker aktif dan obeng,” jelasnya.

Ditambahkan Andik, pihaknya masih mendalami kasus tersebut, karena bisa jadi ada tersangka lain.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AK dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY