Ini Penjelasan Rumah Sakit Demang Sepulauraya Terkait Pasutri Bawa Jenazah Bayi Naik Angkot

0
712
Pemkab Lamteng, Portal Berita Lampung, Rumah Sakit
Wabup Loekman Djoyosoemarto sidak RSD Demang Sepulau Raya

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Pihak Rumah Sakit Demang Sepulauraya membantah tidak menyediakan ambulans gratis, sehingga pasangan suami istri asal Kabupaten Tulangbawang membawa jenazah anaknya menggunakan angkutan desa (angdes).

Direktur RSUD Demang Sepulauraya dr Otneil menyatakan bahwa pihaknya telah menerapkan prosedur yang ditetapkan. Menurutnya pasien tidak mengunakan ambulans karena angdes tersebut milik salah satu keluarga pasien.

Saat pasien meninggal, pihak keluarga menanyakan biaya mobil ambulans. Maka sesuai prosedur, pihak RS mengunakan tarif sesuai perda yakni dibebankan bagi yang mampu dan gratis bagi yang tidak mampu.

“Pasien adalah warga tidak mampu, karenanya kita tawarkan antargratis namun mereka tidak mau. Salah satu keluarga pasien ada yang punya mobil angkot, mereka memutuskan naik angkot milik keluarganya,” jelas dr Otneil, Selasa (10/10/2017).

Menurutnya, pelayanan RSUD Demang Sepulauraya sudah sangat prosedural. Untuk itu pihaknya membantah terkait informasi RSUD Demang tidak memfasilitasi ambulans gratis bagi pasien.

“Pelayanan kita di rumah sakit sangat prosedur, bahkan kita bisa jemput pasien di rumah tanpa biaya,” imbuhnya.

Pihaknya juga berharap masyarakat mengetahui peraturan BPJS Kesehatan yang tidak menggratiskan ambulans untuk mengantar pasien pulang atau mengantar jenazah. Yang gratis hanya pelayanan ambulans pada pemberangkatan atau rujukan.

“Kami harapkan masyarakat mengetahui peraturan BPJS sehingga tidak ada salah persepsi yang dapat menyalahkan pihak rumah sakit,” tambah Otneil.

Pernyataan senada disampaikan Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djojosoemarto. Menurutnya, RSUD Demang Sepulau Raya telah menerapkan pelayanan sesuai standar yang diatur dengan peraturan daerah.

Dalam hal pemberian fasilitas ambulans, sebut Loekman, Perda mengatur penetapan biaya sesuai dengan perda bagi pasien yang mampu dan gratis bagi pasien tidak mampu. Prosedur yang digunakan untuk aturan ini, pihak RS akan menyampaikan biaya ambulans yang diatur perda.

Jika pasien merasa tidak mampu, mereka berhak menyampaikan kepada pihak RS. Selanjutnya manajemen RS berhak menilai dan mengambil kebijakan nenggratiskan biaya ambulans apabila pasien memang tidak mampu.

Prosedur tersebut, kata dia, berlaku untuk semua pasien, baik yang dari Lamteng maupun dari luar Lamteng.

“Bahkan untuk pasien yang berobat menggunakan BPJS dan umum. Sebab BPJS tidak menanggung biaya setelah pasien keluar dari RS baik dalam kondisi sehat maupun meninggal dunia,” terang Loekman.

Karenanya, terkait pemberitaan RSUD Demang tidak memfasilitasi ambulans bagi pasien tidak mampu, secara tegas Loekman menyebut hal tersebut tidaklah benar.

“Pemilik angkot adalah keluarga pasien sendiri bukan angkutan umum. Pelayanan RSUD Demang sudah bagus, jangan sampai dikotori oknum,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Lampung Tengah Mustafa menegaskan, tidak akan sungkan-sungkan memecat atau memberhentikan oknum rumah sakit yang terbukti melakukan pungutan liar.

“Jangan sampai terjadi (jenazah naik angkot) lantaran diminta bayar ambulans sekian-sekian. Jika terbukti ada petugas yang lakukan itu akan saya berhentikan sekarang juga,” tegas bupati.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar informasi di media sosial yang menyatakan pasangan suami istri Hendra dan Emilia Sari, warga Kampung Kibang, Menggala, Kabupaten Tulangbawang membawa jenazah anaknya menggunakan angkot dari RSUD Demang Sepulauraya.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial dan mendapatkan banyak tanggapan dari sejumlah warganet (netizen).

Informasi yang tersebar, hal tersebut terjadi karena diduga pihak rumah sakit tidak memfasilitasi pengadaan ambulans bagi pasien, dan hal tersebut dibantah oleh pihak rumah sakit.(Ddy)

LEAVE A REPLY