Membongkar Jaringan Prostitusi Online di Kota Metro

0
850
Mucikari asal Lampung, Prostitusi Online Lampung, Polres Metro Lampung, Media Lampung
Tersangka Mucikari Prostitusi di Metro Lampung

TAK mudah membongkar jaringan prostitusi online di Kota Metro. Bak benang kusut, yang sulit untuk diuraikan. Satu instansi saja tak cukup mengurai kekusutan ini.

Di tengah kharakter masyarakatnya yang masih memegang teguh norma-norma adat dan norma kesusilaan.

Tampaknya, geliat dunia kelam prostitusi juga bergerak seiringan.

Di tengah suasana masyarakatnya yang selalu tenang, justru membuat bisnis prostitusi online di Kota Metro semakin menjalar. Bak operasi senyap di malam hari, jaringan prostitusi online semakin mengakar.

Profesi germo atau mucikari, kini juga semakin digemari. Karena keuntungan menjadi pialang kupu-kupu malam ini terbilang sangat menggiurkan.

Mudahnya mencari wanita penghibur, kocek yang terjangkau, banyaknya hotel dengan sekuriti yang lemah, hingga indekos bebas, tentunya mengundang Pria Hidung Belang tergiur ke Kota Metro.

Entah, kapan terlahirnya jaringan prostitusi online ini. Mungkin semenjak akrabnya, masyarakat dengan media sosial.

Mulai dari Blackberry Mesenger (BBM), Facebook (FB), Whatsapp (WA), hingga Instagram (IG). Bagi mereka (pelaku bisnis prostitusi online, red) IG sangat tepat dijadikan galery foto bagi wanita-wanita kupu-kupu malam.

Apakah masyarakat di Kota Metro sudah mulai bermetamorfosis, dari masyarakat yang guyub rukun, mengenal satu sama lain menjadi masyarakat yang skeptis, individualistis tak mengenal siapa dia? Dan mengapa dia?

Sampai saat ini Kota Metro masih memegang visi sebagai Kota Pendidikan. Apakah visi itu luntur? Tentu tidak. Masyarakat dan pemerintahnya berhasil membranding Kota Metro sebagai Kota Pendidikan tentunya didukung oleh berbagai Civitas Akademika yang ada di Kota Metro.

Namun brand baru untuk Kota Metro juga mulai didengungkan, dari akar rumput hingga pucuk daun.

Ya… Kota Prostitusi Online.

Tak sulit mencari wanita kupu-kupu malam di Kota Metro. Bermodal Handphone Android jadul, Pria Hidung Belang bisa mencari cinta satu malamnya, sesuai dengan selera dan budget yang dimiliki.

Sebelum brand Kota Prostitusi Online ini mulai melekat ke Kota Metro. Tampaknya berbagai elemen harus bekerja keras, menjaga marwah Kota Metro sebagai Kota Pendidikan, sebelum waktunya terlambat!

Hari Selasa, 25 Desember 2018, tepatnya saat perayaan Hari Natal. Sedikit demi sedikit jaringan prostitusi online mulai diuraikan.

Patut diapresiasi, genderang perang terhadap jaringan prostitusi online ini ditabuh oleh Polres Kota Metro.

Melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kota Metro, pelan-pelan membuka tabir prostitusi online di Kota Metro.

Tercatat, 1 orang Mucikari dan 1 orang Germo ditangkap oleh Polres Metro, dalam ungkap di ruangan Kasatreskrim Polres Metro.

Kasatreskrim Polres Metro, AKP Try Maradhona yang merupakan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2008 itu berhasil membekuk pialang prostitusi online yang sudah dua tahun lebih, malang melintang di dunia prostitusi online.

Dari keterangan yang dihimpun, dua orang tersangka tersebut hanyalah bagian kecil dari jaringan prostitusi online yang ada di Kota Metro.

Masih banyak, pialang-pialang lain yang tengah berkeliaran dan kini menjadi perburuan Polres Kota Metro.

Adalah pria berinisial H (38) dan wanita berinisial R.L (22) pelaku bisnis prostitusi online atau makelar kupu-kupu malam.

Meskipun kedua pelaku terbilang baru di dunia prostitusi. Namun, bisnisnya dilakukan dengan cara yang rapi dan sistematis.

Makelar biasa menawarkan jasa kupu-kupu malam dengan berbagai varian harga dan spesifikasi berbeda-beda. Tentu, media sosial menjadi alat untuk menawarkan dan melakukan lobi harga. Yang ditawarkan dari harga Rp 500.000 sampai Rp 1000.000.

Bak katalog belanja, media sosial dijadikan alat untuk berkirim foto, berharap Pria Hidung Belang tertarik dengan produk yang ditawarkan.

Proses tawar menawar dilakukan melalui Whatsapp (WA). Rekaman tersebut berhasil diamankan Polres Metro.
Proses tawar menawar dilakukan melalui Whatsapp (WA). Rekaman tersebut berhasil didapatkan Polres Metro.

H mengaku, sudah memiliki pelanggan tetap. Bila pelanggannya sudah pernah memboking wanita asuhannya maka iya mencarikan wanita lain dari makelar yang lainnya pula.

Menurut penuturan H, dalam sekali boking H mendapat keuntungan Rp 100 ribu dari kupu-kupu malam tersebut.

Sampai saat yang belum ditentukan, perburuan terhadap jaringan prostitusi online di Kota Metro akan terus dilakukan oleh Polres Metro.

Polres Kota Metro yang dikomandoi, AKBP Ganda MH Saragih, itu sedikit demi sedikit mulai mengurai kekusutan benang Prostitusi Online, yang membahayakan visi Kota Pendidikan. (Raden Yusuf-Wartawan Muda) Bersambung…

LEAVE A REPLY