Kalapas Terapkan Teknik Komunikasi, Lapas Gunung Sugih Terima Hibah Tanah

0
679

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Setelah bertahun-tahun konflik dengan pemilik tanah depan akses masuk Lapas Gunung Sugih yang dimiliki Alan, berbagai usaha dilakukan Kalapas.

Mulai dari meminta bantuan Bupati Lampung Tengah, Ketua DPRD Lampung Tengah dan jajarannya, Camat, Lurah dan Kepala Kampung namun tidak menemukan hasil karena karakter keras yang dimiliki oleh Alan, pengusaha pabrik kertas.

Kemudian dengan membawa enam narapidana yang sedang asimilasi luar lapas tanpa perjanjian terlebih dahulu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas III Gunung Sugih Syarpani menemui Alan di tempat kerjanya.

Hal ini diceritakan Syarpani saat menyaksikan perapian lahan akses masuk lapas, Jumat (9/3/2018).

Syarpani menyampaikan bahwa benar yang disampaikan semua orang, kesan pertama kaget dengan karakter Alan, namun karena komitmen awal tetap bisa menjaga teknik komunikasi yang baik.

“Akses masuk Lapas hanya satu jalur dan sempit. Kita sudah berkoordinasi dengan semua pihak namun susah untuk dapat berdialog secara langsung dengan pemilik lahan. Saya berinisiatif membawa 6 orang Warga Binaan Pemasyarakatan yang sedang berasimilasi di luar lapas untuk menemui Pak Alan sebagai Direktur PT Sinar Bambu Kencana,” ujar pria penggagas Go Green dalam Lapas ini.

Syarpani menyampaikan bahwa kedatangannya bukan sebagai Kalapas namun sebagai anak ingin bertemu orangtuanya.

Syarpani menceritakan bahwa berbagai program pembinaan telah dilakukan oleh pihak lapas demi kemajuan Lampung Tengah, namun itu saja belum cukup. Perlu adanya penambahan fasilitas lainnya demi aktivitas 640 narapidana lainnya.

“Kami datang sebagai anak ke orang tua. Menyampaikan pembinaan yang telah dilakukan dan tentunya memohon dukungan bapak selaku orang tua untuk memberikan lahan untuk akses masuk lapas dan pembangunan galeri hasil karya narapidana,” ujar Syarpani penuh harap.

Sungguh di luar dugaan, kedatangan pihak Lapas diapresiasi dengan baik oleh Alan dan bahkan Alan dengan sukarela memberikan lahan sesuai dengan permintaan Kalapas.

“Ambil saja Pak Kalapas lahannya, tebang saja satu baris pohon kelapa sawit (20 batang), nanti persuratan menyusul. Saya hibahkan 115×10 meter yaitu 1.150 meter totalnya Pak. Saya terharu Pak, Bapak baru kenal tapi datang dengan narapidana sudah menganggap saya sebagai orangtua”, ujar Alan berkaca kaca.

Alan juga merelakan ruko miliknya di depan Lapas digusur untuk jalan. Bahkan ke depannya Akan akan memberikan lahan untuk peruntukan yang sama.

“Saya relakan ruko yang sudah ada digusur saja untuk pelebaran jalan masuk Lapas, nanti ke depannya peruntukan pembangunan ruko kita rencanakan lagi,” sambung Alan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Bambang Haryono, mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kalapas Gunung Sugih.

“Saya apresiasi teknik komunikasi yang telah dilakukan Kalapas Gunung Sugih. Memang pelebaran jalan masuk itu diperlukan karena mengingat jalan yang ada tersebut sangat sempit,” pungkas Bambang.(Ddy)

LEAVE A REPLY