Incumbent VS Wajah Baru DPRD Kota Metro, Satu Partai Saling Depak

0
1461

SAAT ini. Tensi antara incumbent dan wajah baru Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Metro sedang tinggi-tingginya.

Bak Pertandingan Tinju. Pertarungan dalam 1 Ring Partai justru sangat mencolok. Segala upper cut atau jab justru dilancarkan ke lawan main, dari 1 kubu.

Aroma intrik politik semerbak tercium penonton (masyarakat) dari luar ring tinju. Sikap wasit (Bawaslu) juga menjadi perhatian penonton, tak hanya itu saja. Panitia penyelenggara (KPU) tak luput dari pelototan penonton.

Dari data yang dihimpun. Tensi tinggi terjadi di semua Daerah Pilih (Dapil) di Kota Metro.

Di Dapil 4 yang meliputi Kecamatan Metro Barat dan Metro Selatan misalnya, terjadi persaingan sengit di tubuh Partai Golkar.

I Made Dwi Riyana nomor urut 1, sang incumbent berusaha tetap mempertahankan tahtanya di DPRD Kota Metro namun sang pendatang baru Indra Jaya nomor urut 2, ngotot merebut tahta I Made Dwi Riyana. Selisih suara yang hanya ratusan membuktikan persaingan ketat diantara keduanya.

Dan. Dapat diperkirakan, sebaran perolehan suara dari di Dapil 4 adalah sebagai berikut: PKS meraih 2 kursi, PDI meraih 1 kursi, Golkar meraih 1 kursi, Nasdem meraih 1 kursi, Demokrat meraih 1 kursi, PKB meraih 1 kursi.

Sedangkan dari Dapil 2 Kecamatan Metro Utara, adalah pendatang baru Ahmad Khusaeni Caleg PKS Nomor Urut 1, diperkirakan berhasil mendepak rekan 1 partainya yakni incumbent Zas Dianur Wahid dari tahta Fraksi PKS DPRD Kota Metro.

Menariknya. Sang politikus kawakan Darsono dari Partai Nasdem, seperti tenggelam di Dapil 2 Metro Utara.

Hal yang sama terjadi di Dapil 1 Kecamatan Metro Pusat. Alizar (Jinggo) sang Incumbent diperkirakan didepak oleh rekan 1 partainya yakni Ansori. Meskipun begitu, Alizar sepertinya tetap legowo dan sempat menulis dalam status FBnya, “kontrakan Sudah Mau Habis,” tulisnya. Yang dibanjiri puluhan komentar.

Uniknya di Dapil Metro Timur. Perebutan kursi dari 1 partai, terjadi di Partai Nasdem bukan incumbent lawan wajah baru. Namun semuanya wajah baru, yakni Abdulhak nomor urut 1 lawan Guruh Adi Saputra nomor urut 2.

Saat ini. Perebutan suara yang sengit juga terjadi di Dapil 1 Kecamatan Metro Pusat. Apakah Golkar meraih 2 kursi, seperti yang diklaim oleh Ketua Partai Golkar Kota Metro Achmad Pairin? Atau PDI meraih 2 kursi, karena perolehan suara juga terus mengejar? Atau Gerindra 1 kursi karena Gerindra harus tetap menancapkan cakarnya di DPRD Kota Metro?

Tidak ada yang tidak mungkin. Tinggal menghitung hari bahkan jam, ketukan Palu KPU Kota Metro menentukan siapakah wakil rakyat Kota Metro 5 tahun ke depan…

-Yusuf-

LEAVE A REPLY