Surat Domisili Kelurahan Jadi Polemik Sistem Zonasi SMAN 1 Metro

0
1124
PPDB SMA Negeri 1 Kota Metro,sistem zonasi PPDB tuai protes para orangtua siswa, orangtua siswa menganggap ada pemalsuan domisili, orangtua siswa PPDB berharap agar sekolah lebih mengutamakan warga Kota Metro
sistem zonasi PPDB di SMA Negeri 1 Metro tuai protes para orangtua siswa

RUBRIK, METRO – Penerimaan peserta didik baru PPDB SMA Negeri 1 Kota Metro tahun ajaran baru 2020-2021 dengan sistem zonasi dinilai sarat kejanggalan.

PPDB dianggap tidak fair pasalnya mayoritas calon siswa yang diterima rata-rata berasal dari kelurahan Yosodadi.

Sistem zonasi menuai polemik dengan adanya surat domisili untuk menjangkau lokasi sekolah.

Para orangtua dan wali murid curiga bahwa adanya manipulasi domisili, pasalnya sejumlah siswa yang menggunakan domisili kelurahan Yosodadi berasal dari Lampung Timur.

Surat keterangan domisili diduga dijadikan modal untuk masuk ke salah satu sekolah favorit di Kota Metro tersebut.

Masayarakat mengeluhkan calon siswa asli metro yang memenuhi kreteria zonasi justru tidak diterima.

Salah satu warga yaitu Samsul HAQ meminta agar sekolah lebih memperiotitaskan warga Kota Metro sesuai dengan peraturan yang ada.

“Kita meminta agar diperioritaskan warga Kota Metro lebih dulu, artinya kita lebih memprioritaskan mereka yang sekolah dan tinggalnya di Kota Metro sesuai dengan aturan yang ada,” kata Samsul

Sedangkan menurut keterangan Lurah Yosorejo Hendriyawan yang mendapat laporan warga pun mengatakan bahwa hampir warga Yosorejo tidak diterima di SMA Negeri 1 Kota Metro. Padahal menurutnya secara zonasi para peserta telah memenuhi syarat.

Ia juga meminta agar pihak terkait segera mengakomodir warga Yosorejo yang lebih memenuhi syarat secara zonasi. (rubrikmedia)

LEAVE A REPLY