Diduga Buat SPj Fiktif, Kepala Kampung Tias Bangun Palsukan Cap dan Tanda Tangan Pengusaha

0
437
Pemalsuan Tanda tangan, Kasus AD di Lamteng, Kakam Yerjerat Kasus ADD
Bukti Foto Copy SPJ fiktif yang di duga milik kakam di Lampung Tengah
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Anggaran Dana Desa dan Anggaran Dana Kampung (ADD dan ADK) yang dikucurkan Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah yang ditujukan untuk meningkatkan pembangunan desa atau kampung, menjadi makanan empuk bagi oknum-oknum tak bertanggung jawab seperti Kepala Kampung (kakam).
Diduga selain banyaknya kesalahan dalam pengunaan ADD/ADK, juga terdapat banyaknya penyimpangan dalam pembuatan Surat Pertangungjawaban (SPj).
Seperti yang dilakukan salah satu oknum Kepala Kampung Tias Bangun, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Mei Nurdi yang diduga telah melakukan pemalsuan salah satu cap toko fotocopy AZMY beserta tanda tangan dari pemilik toko di Desa Sinar Negeri, Kecamatan Pubian.
Selain melakukan pemalsuan di toko fotocopy, hal serupa juga dilakukannya di Rumah Makan Bu Marwiyah yang berada Desa Payung Rejo, Kecamatan Pubian.
Pemalsuan dokumen dan identitas itu dirasakan sangat merugikan pemillik usaha karena pemalsuan yang dilakukan oleh Kepala Kampung itu diduga untuk membuat SPj fiktif.
Hal tersebut disampaikan oleh Agus, salah satu warga Pubian secara langsung dan lengkap dengan membawa data dengan pernyataan para korban pemilik toko dan warung makan beberapa waktu yang lalu.
Selain dua persoalan tersebut, dirinya juga mendapatkan pernyataan dan komentar dari para Ketua Rukun Tetangga (RT) Kampung Tias Bangun. Agus menjelaskan, dalam pembagian insentif RT selalu dipotong sebesar Rp 40 ribu.
“Selain pernyataan dari kedua pemilik usaha tersebut lengkap dengan bukti-bukti pemalsuannya, saya juga¬† membawa pernyataan dari para RT kampung Tias Bangun, yang setiap insentif RT cair selalu dipotong oleh pak kakam,” ungkapnya, Senin (16/4/2018).
Agus juga berharap agar aparat penegak hukum segera turun untuk menyikapi dan menindaklanjuti dugaan yang telah dilakukan oleh oknum kakam Tias Bangun tersebut.
“Saya berharap pihak penegak hukum segera menyikapi dan menindak kakam kampung Tias Bangun, yang diduga melakukan pemalsuan cap dan tanda tangan serta dugaan pemotongan insentif RT setempat,” pungkasnya.
Sementara untuk mengklarifikasi kebenarannya, Kepala Kampung Tias Bangun Mei Nurdi tidak dapat dihubungi sampai dengan berita ini diterbitkan.(Ddy)

 

LEAVE A REPLY