Wartawan Jangan Menyimpang Dari Kode Etik Jurnalistik

0
1244

RUBRIK, METRO –  Ketua PWI Metro Abdul Wahab beserta beberapa insan pers  berbincang ringan terkait keprofesionalan sorang wartawan dalam melaksanakan tugas.

Sharing, kata ini mungkin yang pas dikatakan dalam kegiatan di kantor PWI Kota Metro ini, karena situasai obrolan ini berlangsung  ringan namun tetap mngedepankan obrolan yang tidak kosong. Rabu (5/2/2020)

Ketua PWI Metro sekaligus pimpinan Redaksi Tabik Pun ini. Mengatakan harapannya, kepada jurnalis di Kota Metro. Agar tetap menjunjung tinggi asas keberimbangan dalam memberitakan sebuah isu, dan tidak terjebak dalam berita-berita palsu atau hoaks.

“Saya percaya, media yang kredibel akan menyajikan berita berkualitas yang berbasis fakta dan data.
Upaya pun dilakukan dalam rangka pers turut serta melawan hoax. Sebab, saat ini hoax menjadi salah satu masalah yang mengganggu bagi publik,”ujarnya Wahab.

Tokoh Muda Pers Kota Metro ini. Mengatakan, masyarakat Pers tidak akan membiarkan terus terjadi. Karena yang paling dirugikan adalah hak publik atas informasi yang benar.
Hal itu penting baik masyarakat maupun pemerintah selaku pembaca untuk mendapatkan berita yang benar, sesuai etika jurnalistik yang jadi acuan utama dan menghindarkan berita hoax.
Dia menceritakan lahirnya organisasi wartawan PWI terkait erat, dengan perjuangannya untuk membela negara ini, dan memberitakan informasi sangat akurat, jauh dari pemberitaan yang menyesatkan.
Ketika, pendirian media massa adalah untuk kepentingan idealis semata, yaitu menjadi sarana komunikasi untuk memantapkan kebangkitan nasional dalam rangka mencapai cita-cita perjuangan dalam merebut kemerdekaan.

Ia meminta lebih jauh lagi, para jurnalis sekarang, yang berkiprah di Metro, diharapkan, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat luas. Bahwa profesi jurnalis itu bertugas menyampaikan informasi yang juga bisa menjadi penyambung, aspirasi masyarakat, pemerintah dan anti hoax.
Bahkan dia sangat menyadari, media pers dengan garda terdepannya adalah jurnalis, merupakan sebuah pekerjaan yang mulia.
“Kerjaan sebagai jurnalistik itu tidak biasa, pekerjaan yang intelektual,” Jelasnya

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa tekanan terhadap media belakangan ini. Malah datang dari industri pers itu sendiri.
Terutama, dikarenakan persaingan antar media.
Tapi, dia berharap agar situasi persaingan yang tidak sehat, tidak terjadi  antar media di Kota Metro.
Dalam menyambut Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada tanggal 9 Febuari. Ia mengharapkan juga, dengan semangat HPN tahun ini, mampu menepis tanggapan negatif, sisi oknum jurnalis banyak salah kaprah, dan melakukan tindakan menyimpang dari etika jurnalistik, yang jadi pedoman wartawan dilapangan tidak terjadi lagi.
Sehingga citra buruk akan hilang dengan sendirinya, bagi jurnalis lainnya yang menjalankan tugas dan fungsinya secara benar, akan jadi tauladan. Bagi semua jurnalis di kota berjulukan Bumi Sai Wawai ini.
(*)

LEAVE A REPLY