Warga Resah Pipa Minyak PT.Pertamina Adera Bocor,Wakil DPRD PALI Tinjau Lokasi

0
337
Pipa minyak bocor, Kabupaten PALI, pertamina, Limbah Minyak
Wakil DPRD Kabupaten PALI Darmadi melihat langsung kindisi kebun warga yang tercemari limbah minyak

RUBRIK, PALI – Kebocoran pipa minyak yang di duga akibat korosi dan keropos pada tanggal 18 Maret 2018 lalu masih mencemari kebun karet Warga Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) . Diketahui pipa minyak tersebut milik perusahaan minyak Pertamina Adera Field.

Akibat peristiwa ini, membuat geram Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pali.

Bagaimana tidak, limbah milik PT.Pertamina Adera yang mencemari kebun karet dan payau warga tersebut terkesan lamban ditangani.

Diketahui jebolnya pipa transfer minyak mentah tersebut diakibatkan karena krosi dan hapir satu bulan lebih ini belum juga dibersihkan secara serius oleh pihak terkait.

Hal inilah yang membuat Wakil ketua DPRD kabupaten Pali Darmadi Suhaimi geram, ketika meninjau langsung ke lokasi untuk melihat sejauh mana tindakan Perusahaan di bidang Migas ini dalam menagani limbah hitam pekat yang meresahkan warganya tersebut. Rabu, (2/05).

“Kejadian seperti ini bukan kali ini terjadi , bahkan sudah sering kali , dan bukan hanya dilakukan perusahan ini saja, banyak perusahan perusahan lain yang juga sering mencemari lingkungan seperti boconya minyak yang mereka kelola,” Ujar Darmadi.

Karna kejadian ini sudah berulang kali Wakil Ketua DPRD PALI  Darmadi meminta kepada SKK MIGAS agar betul betul melakukan pemgawasan yang optimal sehingga penerimaan negara dari sektor ini akan lebih meningkat.

Sementara Tokoh Masyarakat setempat Betung Mulyadi Asoi, juga mengencam keras atas kejadian ini,  menurutnya limbah yang bercecran di kebun karet milik warga Betung ini sudah lama ” kenapa sampai detik ini belum selesai di tanggulangi dengan melakukan pembersihan limbah secara maksimal.

Menurutnya pembersihan limbah hitam pekat itu bukan hanya di bersihkan secara manual , perusahaan harus menggunakan alat yang memenuhi standar SOP , untuk menseterilisir dari pada lahan yang sudah tercemar,  karna menurutnya itu berbahaya bagi lingkungan sekitar dan merugikan masyarakat.

Dapak dari pada limbah itu bukan hanya setahun atau dua tahun, namun menurutnya puluhan tahun masih meresap di dalam tanah. Pihak perusahaan dinilai lalai dalam mengololah aset ini.

Sebagai tokoh masyarakat ,Betung Mulyadi menghapkan kepada perusahan agar secepanya memberaihkan limbah itu dan di lakukan reklamasi supaya flora dan fauna bisa hidup dan berkbang biak di hutan yang terkontaminasi limbah itu.

Sementara meski sempat terhenti pihak Pertamina masih terus melakukan upaya pembarsihan lahan yang tercemari limbah minyak dari pipa yang bocor tersebut dengan alat seadanya. (Purba)

LEAVE A REPLY