Diskoperdagin Himbau Supermarket Tarik Jamur Enoki Dari Pasaran

0
1131
jamur enoki berbahaya, Listeria monocytogenes , Diskoperdagin Cianjur himbau supermarket untuk tarik jamur enoki, Cianjur
Jamur enoki mengandung zat berbahaya jika dikonsumi akan menyebabkan penyakit listeriosis / sumber : tribunnews.com

RUBRIK, CIANJUR – Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) Cianjur, Jawa Barat, Menhimbau kepada seluruh supermarket serta pusat perbelanjaan untuk menarik jamur enoki dari pasaran. Mengutip Republika.co.id, hal ini dikarenakan di dalam jamur Enoki terdapat zat berbahaya berupa bakteri Listeria monocytogenes yang diketahui dapat menyebabkan penyakit listeriosis sehingga jika dikonsumsi akan berbahaya bagi tubuh.

Diungkapkan oleh Kepala Diskoperdagin, Cianjur, Tohari Sastra yang mengatakan bahwa kini sudah dilakukan penarikan produk jamur enoki dari semua pasar dan supermarket yang menjual jamur enoki.

“Kami langsung meni,bau seluruh pengelola pusat perbelanjaan untuk menarik semua produk jamur tersbut dari peredaran, termasuk yang sudah dipajang. Satu pusat perbelanjaan sudah ada arahan dari pusatnya,” kata Tohari, Jumat (26/6/2020).

Dalam hal ini Tohari mengatakan bahwa tidak hanya menarik jamur yang diduga berbahaya di pasaran namun ia juga masih menunggu arahan dan informasi lebih lanjut dari pihak terkait di pusat dan provinsi mengenai jamur impor asal Korea Selatan tersebut.

“Kami sudah meminta supermarket dan pusat perbelanjaan menarik semua jamur enoki impor ke distributor. Hasil sidak dan pemantauan di lapangan sudah tidak ada jamur asal Korea Selatan yang masih dipajang atau diperjualbelikan,” tamabah Tohari

Sementara itu Staf Customer Service Yogja Cianjur, Hismaya Rahmawati mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat perintah dari kantor pusat untuk melakukan penarikan jamur enoki dari lemari pendingin dan tidak diperjualbelikan.

Ia menambahkan bahwa sebelum dilakukan penarikan dan dikembalikan ke distributor, jamur, tersebut sangat diminati warga Cianjur seiring semakin maraknya masakan asal Thailand yaitu Tomyam.

“Sudah dua tahun terakhir jamur tersebut masuk di rak kami karena banyak perminatnya. Naumn saat ini, semua sudah dikembalikan ke distributor karena diduga mengandung zat berbahaya. Biasanya kami mendapatkan pasukan sebanyak dua mobil boks per minggu,” lata Hismaya. (dw/us)

 

LEAVE A REPLY