Tak Terima ditegur , Orangtua Murid Tendang Perut Guru di Ruang Kelas

0
144
Media Lampung, Poertal Lampung, media online Lampung, penyerangan guru
Tersangka diamankan pihak kepolisian,gbr/Istimewa

RUBRIK,KUPANG – Seorang guru SMA Negeri 4 Kota Kupang dianiaya oleh orangtua murid saat proses belajar mengajar sedang berlangsung pada Kamis (18/10/2018).

Makrina Bika (57), guru Bahasa Inggris yang sempat sempoyongan setelah menerima pukulan sebanyak dua kali oleh Matheos Tuflasa (50), ayah MT (17).

Melansir Pos-Kupang.com, saksi mata mengatakan bahwa saat itu, Matheos menerobos masuk ke ruang kelas XI IPA 4 saat Makrina sedang mengajar. Kemudian Matheos langsung menghampiri korban dan menendangnya hingga Makrina lemas dan terduduk di kursi.

Sebelum adanya penganiyaan kepada guru senior di sekolah tersebut, mulanya siswi MT (17) kelas XI IPA 4 saat itu sedang berjalan di koridor menuju perpustakaan sekolah kemudian bersenggolan dengan guru Makrina Bika. Akibatnya handphone yang dipegang guru Makrina terjatuh, namun MT tidak memperdulikan hal tersebut dan hanya berjalan.
Diceritakan langsung oleh Erens Tualaka (37), pengelola perpustakaan SMAN 4 Kupang yang saat itu menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Erens mengatakan, saat itu guru Makrina mengikuti MT dan hanya menegur sambil mencolek pipinya. Namun, diluar dugaan ternyata MT merasa tidak terima dan malah mengeluarkan kata-kata kasar.
“Tadi dia (MT) mengeluarkan makian kasar lebih dari lima kali dengan suara keras, banyak orang yang dengar selain saya, padahal Ibu Makrina hanya pegang sedikit di pipinya,” ungkap Erens.

Tak berhenti di situ, MT yang sambil menangis langsung menelpon ayahnya. Eben Simanjuntak (48) guru pelajaran Fisika mencoba mengalihkan MT dengan pertanyaan lain.
“Saya coba tanya dia (MT) dan tenangkan dia lalu bertanya kenapa beberapa hari tidak masuk sekolah, namun ia tetap berusaha menelepon ayahnya,” tutur Eben.

MT tidak merespon pertanyaan Eben, ia hanya fokus menelpon ayahnya dan melaporkan kejadian yang dialaminya. Tak berselang lama setelah kejadian itu, ketika memasuki jam keenam pelajaran, tiba tiba saja Matheos, ayah MT masuk ke ruang kelas dan menganiaya sang guru yang sedang mengajar.

“Saat itu kita dengar suara ribut di kelas karena anak-anak (siswa-siswi kelas XI IPA 4) tidak puas ketika dengan mata kepala sendiri melihat guru mereka dianiaya di dalam ruang kelas,” tukas Eben.

Eben sendiri mengaku bahwa ia tidak melihat secara langsung kejadian di dalam kelas. Ia hanya menjelaskan bahwa saat pelaku menendang korban, para siswa sempat berusaha memukul pelaku. Bahkan hampir semua siswa dari kelas lain akhirnya keluar kelas dan ikut mengerumuni pelaku. Saat itu juga, para guru laki-laki langsung sigap mengamankan pelaku ke ruang kepala sekolah. Dan langsung menelpon Polsek Kelapa Lima. Setelah itu sekolah menelepon pihak Polsek Kelapa Lima. Aparat Polsek Kelapa Lima bertindak cepat menjemput pelaku yang diamankan dalam ruang kepala SMAN 4 Kupang.

Sedangkan Makrina Bika yang ditemui di Mapolsek Kelapa Lima pada Kamis (17/10/2018) siang menunjuk ke arah perutnya ditendang. “Saya kena tendang dua kali di perut,” ujarnya singkat.

“Pelaku kita amankan sementara di Mapolsek Kelapa Lima sambil menunggu proses selanjutnya,” jelas Kapolsek Kelapa Lima AKP Didik Kurnianto, SH, SIK di Mapolsek tersebut Kamis siang.

Karena kasus penganiyaan tersebut, para siswa-siswi SMAN 4 Kota Kupang dipulangkan lebih awal karena para guru mendatangi Polsek Kepala Lima untuk memberi dukungan kepada rekan mereka yang dianiaya.(*/dw)

LEAVE A REPLY