Seorang Ibu Rumah Tangga Gelapkan 51 Motor Sewaan

0
108
Portal Berita Online, Berita Bali, Online Lampung
Barang bukti hasil Penggelapan

RUBRIK,BALI – Demi memenuhi kebutuhan ekonomi, NMDP (30) seorang ibu rumah tangga warga Desa Peliatan, Kecamatan Ubud. nekat melakukan penipuan dengan menggelapkan sebanyak 51 sepeda motor.

Modus NMPD dengan menyewa sepedah motor lalu kemudian menggadaikan nya.

Menurut keterangan Kapolsek Ubud Kabupaten Gianyar Kompol I Made Raka Sugita, sebelumnya  ada empat orang melapor ke Polsek Ubud atas laporan kehilangan yaitu, I Ketut Darsa kehilangan empat unit motor, I Wayan Sugiarta 26 unit motor, Ratna Rencar 16 unit motor dengan laporan yang sama bahwa tersangka NMDP menyewa motor mereka.

“Ada empat orang yang melapor ke Polsek Ubud tentang dugaan penipuan dan penggelapan sepeda motor yang dilakukan oleh tersangka NMDP alias Ayik. Oleh tersangka motor sewaan itu kemudian digadaikan dianataranya  kepada NMA alias ibu Celeng,” kata Sugita,

Melansir Antaranews.com, tersangka NMDP mengaku bahwa selama tiga bulan sebanyak 51 unit motor dengan berbagai merk sudah ia gelapkan dan kemudian ia gadaikan kepada NMA (celeng) dengan kisaran harga Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta perunit. Kemudian tersangka NMA menjual sepeda motor hasil penipuan itu kepada masyarakat di Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem  dengan harga berkisar antara Rp3 juta hingga Rp6 juta, tergantung kondisi motor.

Karena saat menyewa sepeda motor tersangka NMDP menggunakan identitas asli maka dengan mudah pihak kepolisian menangkap tersangka NMDP.

Atas kasus penipuan yang dilakukan NMDP terjerat pasal 372 dan 378 dengan maksimal hukuman penjara selama 4 tahun, sedangkan tersangka NMA sebagai penadah akan dikenakan KUHP pasal 480 dengan ancaman penjara maksimal empat tahun.

Polsek Ubud juga menyita barang bukti yaitu 51 unit sepeda motor yang telah dijual sebagian besar ke masyarakat Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem.

Diantaranya 32 unit motor ditemukan di Kabupaten Karangasem, 15 unit motor di Kabupaten Klungkung, dan tiga unit dari Kabupaten Gianyar, satu unit motor dari Kabupaten Bangli.

“Jadi masih ada lima unit motor milik masyarakat yang pemiliknya belum lapor atau mengadu ke polisi,” kata Kapolsek Ubud.

LEAVE A REPLY