Sebar Video Asusila, Seorang Remaja dijebloskan kedalam Penjara

0
77
Portal Media Lampung, Situs Media Online Lampung

Seorang remaja ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara setelah menyebarkan video asusila di sebuah media sosial. Ialah Moh Baidowi (19) warga asal Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan.

Ia ditangkap oleh tim Kepolisian Mapolsek Kwanyar pada Jumat (12/10/2018) saat setelah dilaporkan menyebarkan video persetubuhan dirinya dengan sang pacar di Facebook. Bukan hanya kasus penyebaran video, ia juga dilaporkan atas tindakan asusila menyetubuhi korban yang berusia 16 tahun dan masih duduk di bangku SMP.

Dikonfirmasi oleh Kasubang Humas Polres Bangkalan, Iptu Suyitno mengatakan bahwa kasus atas yang dilakukan, pelaku terjerat Pasal 81 Ayat 1 Undang-undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang tindak pidana persetubuhan anak.

“Tersangka menyerahkan diri. Selanjutnya, Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres menjemputnya untuk penyidikan,” ungkapnya.

Menurut keterangan korban, tindakan asusila itu terjadi pada Agustus 2017 pada pukul 07.00 WIB. Sebelum tiba disekolah, korban datang ke rumah tersangka untuk mengembalikan kartu seluler milik tersangka. Pada saat itulah, tersangka menarik tangan korban masuk kedalam rumah dan menyetubuhinya.
Korban mengaku, setelah kejadian tersebut korban kembali disetebuhi setiap dua minggu sekali periode Agustus-September 2017.

“Tersangka merekam persetubuhan itu. Rekaman video lantas dijadikan ‘senjata’ agar korban bersedia melayani nafsu bejatnya,” jelasnya.

“Tersangka mengancam akan menyebar video tersebut jika korban menolak disetubuhi,” paparnya.

Kemudian video rekaman persetubuhan tersebut tersebar di Facebook dengan menggunakan nama korban pada awal Oktober 2018.

“Video itu ditemukan salah seorang guru SMK korban. Pihak sekolah lantas mengkonfirmasi kepada keluarga korban,” terang Suyitno.

Menurut Suyitno, tersangka memang sengaja membuat akun Facebook dengan nama korban untuk menyebarkan video.

“Seolah-olah korban yang menyebarkan. Maka dari itu, pelaku nantinya dijerat UU ITE atas penyebaran video itu,” pungkasnya.

Dari kasus ini, Polisi telah menyita seragam sekolah berwarna biru-putih beserta perlengkapan pakaian dalamnya. Penangkapan tersangka juga didasarkan hasil Visum et Repertum dan laporan keluarga Bunga.

LEAVE A REPLY