Ratusan Umat dari Lima Agama Deklarasikan Lampung Tengah untuk NKRI

0
763
Bupati Mustafa memberi pidato kepada peserta deklarasi damai di Nuwo Balak Gunung Sugih.

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Ratusan umat mewakili dari lima agama di Lampung Tengah yakni Islam, Katolik, Kristen, Budha, dan Hindu melakukan deklarasi Lampung Tengah untuk NKRI di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Senin (31/10/2016). Deklarasi menjadi simbol kesepakatan untuk bersama-sama menjaga kerukunan antar umat beragama.

Deklarasi damai Mustafa ajak lintas agama bersatu junjung Pancasila dan UUD 1945.
Deklarasi damai Mustafa ajak lintas agama bersatu junjung Pancasila dan UUD 1945.

Deklarasi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Tengah Mustafa. Terdapat tiga poin deklarasi yang diikrarkan, yakni siap menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Menghormati dan menghargai perbedaan suku, agama dan RAS serta golongan. Kemudian membela kebenaran, keadilan dan kedamaian.

Dalam sambutannya, Mustafa menuturkan, Lampung Tengah terdiri dari masyarakat heterogen dari beragam suku, agama dan budaya. Guna mengantisipasi kemungkinan gesekan yang terjadi di kalangan masyarakat, perlu ada komitmen dari para tokoh agama untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan.

Beberapa upaya yang dilakukan yakni dengan menjaga kerukunan antar beragama, menjunjung tinggi perbedaan, dan toleransi antar sesama. “Masyarakat Lampung Tengah sangat beragam, jadikan ini sebagai kelebihan, bukan kekurangan. Tanamkan dalam diri bahwa kita semua adalah saudara,” ujar Mustafa.

Mustafa dan para pemuka agama Lampung Tengah.
Mustafa dan para pemuka agama Lampung Tengah.

Dia juga mengajak agar umat beragama tidak mentolerir paham-paham radikal yang merusak persatuan dan kesatuan dengan atas nama agama. Begitu juga dengan aliran yang dapat memecah belah warga seperti komunisme, premanisme, dan kapitalisme.

“Mari jaga masyarakat dan pelihara kesatuan kita. Jangan saling mencaci. Siapapun yang ganggu kenyamanan dan keamanan Lampung Tengah, kita tindak tegas, bila perlu tembak ditempat,” tegas orang nomor satu di Jejamo Wawai ini.

Sebagai pondasi utama dalam pembangunan karakter, Mustafa terus mencoba menanamkan nilai-nilai agama kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satunya dengan mengeluarkan peraturan bupati mengenai wajib bisa membaca Al-quran bagi siswa yang ingin masuk sekolah tingkat SMP dan SMA.

Ia meyakini, jika agama sudah dijadikan sebagai landasan utama, maka akan melahirkan karakter-karakter yang santun, penuh tolerasi dan narkoba tidak akan menodai generasi muda.

“Jaga terus kerukunan agama, satu kesatuan bangsa Indonesia. Apapun agama kita, prinsipnya adalah cinta tanah air. Karena kita diciptakan tanah yang sama, bumi yang sama dan tulang rusuk yang sama, bumi Indonesia,” tandasnya.

Pada kesempatan itu Mustafa juga menyampaikan akan segera membuat Islamic centre, dan memberangkatkan lima orang dari masing-masing agama ke negara-negara yang menjadi pusat peribadatan.

Agama Hindu ke India, Kristen ke Yerusalem, Islam ke Mekah, Katolik ke Vatikan, dan Budha ke Thailand. Mustafa juga telah menyalurkan bantuan untuk guru ngaji, marbot, anak yatim dan lainnya.

“Mari kita pancarkan terus sinar-sinar keagamaan dan kerukunan umat beragama,” pungkas Mustafa.(adv)

LEAVE A REPLY