Polsek Terbanggibesar Ringkus Empat Pengedar-Pemakai Sabu dan Ganja

0
1558
Tebas, Berita Lampung, yukum jaya, Bandar Narkoba
Kapolsek Terbanggi Kompol Donny Hendridunand memberika keterangan Pers terkait penagkapan emapat Bandar Narkoba.

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Empat tersangka pengedar dan pemakai narkoba dibekuk Polsek Terbanggibesar, Lampung Tengah, Kamis (22/3/2018).

Keempatnya adalah Rudi Cahyono (19), warga Jalan VI Marga Mulya, Kampung Terbanggi; serta Chandra Tri Surya (23), Riski Irfan Perdana (27), dan M Khoirudin (27, ketiganya Terbanggi Besar Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar.

Kapolsek Terbanggibesar Kompol Donny Hendridunand mengatakan, penangkapan keempat pengedar narkoba ini berdasarkan informasi masyarakat.

“Informasi masyarakat. Kita tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan. Ternyata benar. Kita langsung melakukan penangkapan, Kamis (22/3/2018),” katanya saat gelar ungkap kasus di Mapolsek setempat, Jumat (23/3/2018).

Pertama, kata Donny, pihaknya membekuk Rudi sekitar pukul 15.00 WIB di rumahnya. Tersangka kedapatan sedang mengisap sabu-sabu di ruang tamu.

“Kita amankan satu set alat isap SS, satu paket kecil SS, korek api, dan satu unit motor Honda BeAT tanpa pelat,” ujarnya.

Dari keterangan Rudi, kata Donny, pihaknya membekuk Chandra di rumahnya sekitar pukul 17.00 WIB.

“Dari tangan Chandra diamankan 1 bundel plastik klip, 1 linting daun ganja kering, 1 HP, dan motor Yamaha Vega ZR putih,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Donny, pihaknya juga membekuk Risky di rumahnya juga pukul 17.00 WIB.

“Kita temukan 14 paket ganja kering siap edar, dua kaleng rokok, 1 bundel kertas papir, dan 1 HP,” paparnya.

Terakhir, kata Donny, pihaknya membekuk Khoirudin di rumahnya sekitar pukul 17.45 WIB.

“Di rumah Khoirudin ditemukan 19 paket kecil SS siap edar dan 1 bundel plastik klip,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan, kata Donny, narkoba jenis sabu-sabu dan ganja dibeli dari Bandar Lampung.

“Hasil pemeriksaan barang haram ini dibeli dari Bandar Lampung kemudian diedarkan di Lamteng. Kita terus melakukan pengembangan terkait kasus ini,” tegasnya.

Sedangkan Khoirudin mengakui barang haram jenis SS dan ganja dibeli dari Bandar Lampung.

“Ngambilnya dari Garuntang, Telukbetung. Sekali ngambil paling tiga ji atau 3 gram. Boleh dibayar pakai DP dahulu Rp 1-2 juta. Kalau sudah laku baru bayar,” akunya.

Dari hasil penjualan SS ini, kata Khoirudin, digunakan untuk foya-foya. “Buat beli rokok dll. Untungnya lumayan,” katanya yang mengaku baru dua bulan ini jadi pengedar.

Sedangkan Risky juga mengaku ganja dibeli dari Bandar Lampung. “Dari Bandar Lampung. Sekali ngambil ganja segaris Rp 800 ribu. Kemudian dibuat paketan untuk dijual,” tuturnya.(*)

LEAVE A REPLY