Pipa Transfer Minyak Mentah Bocor, Warga Betung Keluhkan Ceceran Masuk Kebun dan Rawa

0
142
Kebocoran pipa minyak, PALI, Pencemaram Limbah, Pipa Minyak PT.Pertamina
Warga sedang membersihkan sisa -sisa limbah minyak dari PT. Pertamina

RUBRIK, PALI – Warga Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai resah pasalnya pipa transfer minyak mentah pada line pipa milik PT Pertamina Asset2 Adera Field mengalami kebocoran akibat diduga korosi.

Ini terjadi di kebun karet atau di rawa-rawa milik masyarakat Desa Betung beberapa pekan lalu.

“Kami mulai resah akibat kebocoran pipa tansfer minyak milik PT Pertamina Adera Field. Bagaimana tidak akibat dari limbah minyak tersebut kami mulai terganggu, baunya saja sangat menyengat,” kata Amsah warga Betung, Selasa (17/4/2018).

Apalagi di dalam rawa-rawa tersebut banyak habitat seperti flora dan fauna jika dibiarkan terlalu lama habitat di dalam rawa tersebut akan punah atau mati.

Ia pun meminta pihak Pertamina harus bertanggung jawab mengenai hal ini. Pertama masalah pembersihan ceceran minyak, kemudian yang pemilik kebun karet atau rawa-rawa yang terkena limbah tersebut harus diganti rugi yang sesuai.

“Kami tegaskan kepada pihak perusahaan dalam hal ini PT Pertamina EF Adera Field jika terjadi kebocoran minyak seperti ini jangan lagi mengatakan atau menyalahkan oknum yang melakukan sabetase. Pada hal yang terjadi beberapa kali ini bukan akibat disabotase melainkan akibat korosi,” imbuh Amsah.

Sementara di tempat berbeda, Ketua Lembaga Gerakan Peduli Limgkungan (LGPL) Edy Suprianto menyesalkan kejadian ini.

Menurutnya, kejadian ini bukan sekali atau dua kali terjadi di wilayah kerja PT Pertamina Adera Field Pengabuan melainkan sudah berulang kali. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir saja sudah tiga kali mengalami kebocoran.

“Letak kesalahan ini di mana, apakah dari orangnya apa di mana,” tanya Edy.

Pihaknya pun minta pihak perusahaan agar secepatnya membersihkan lokasi tesebut supaya ceceran minyak mentah itu tidak meluas ke lokasi yang lain.

Selain itu, Edy mengharapkan Pemerintah Kabupaten Pali dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk terjun kroscek ke lokasi, apakah limbah tersebut dalam katagori membahayakan kelangsungan hidup ekosistem di dalam rawa-rawa yang terkena tumpahan minyak mentah itu.

Sementara tampak puluhan kru dari PT Pertamina Adera Field  mulai membersihkan lokasi tumpahan minyak dan memasukan limbah minyak mentah tersebut ke dalam kantong plastik yang dikumpulkan untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman dari lokasi.

Upaya ini sebagai langkah awal untuk menghentikan semakin meluasnya ceceran minyak tersebut.

Namun sayangnya para pekerja membersihkan ceceran minyak menggunakan alat seadanya, tidak memakai vacum truck untuk menyedot limbah yang mencemari rawa itu.

“Mereka hanya memakai gayung yang terbuat dari plastik untuk memasukan limbah minyak itu ke dalam kantong plastik,” ujarnya.

Karyawan tersebut bukan pekerja tetap, melainkan pekerja yang dibayar harian. Itu pun mereka hanya mendapat upah Rp 80 ribu per hari.

Selain itu pihak perusahaan  tidak memberikan fasilatas keamanan bagi pekerja itu, mereka tidak diberikan safety seperti kaus tangan dan sepatu.(Purba)

LEAVE A REPLY