Lima Pekerja Terluka Tertimpa Besi Cor Proyek Jembatan Jalan Tol Trans Sumatera

0
232
JTTS Ambruk. Korban Jalan Tol, JTTS
Korban luka akibat Ambruknya Jalan Tol Trans Sumatera

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Gunung Sugih-Terbanggibesar, Lampung Tengah menelan korban.

JTTS Ambruk, Korban JTTS, KTTD Roboh
Alat berat yang sigunakan pembangunan JTTS dam serpihan besi cor

Lima orang terluka akibat besi cor jembatan proyek jalan tol di kampung Tlawung, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah yang merupakan proyek dari PT Wijaya Karya (Wika) ambruk dan menimpa pekerja yang berada di sekitarnya, Selasa (17/4/2018) sekitar pukul 16.15 WIB.

Dari kejadian tersebut, lima orang pekerja yang terluka, dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan. Sedangkan tiga orang lainnya saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Bunda di Kelurahan Seputihjaya, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah.

Pekerja yang terluka akibat robohnya  besi cor yang akan dibuat jembatan sepanjang 20 meter tersebut adalah Rianto (40) warga Cilacap Jawa Tengah, Suprapto (40) asal Desa Ngaben Rejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobokan, Jawa Tengah.

Keduanya saat ini sudah kembali di mes tempat tinggalnya di Kampung Sidowaras dan hanya menjalani berobat jalan.

Sementara itu, Didi Widodo (30) pekerja asal Desa Jangkung Harjo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobokan, Jawa Tengah mengalami luka robek di bagian pipi dan kaki sebelah kiri.

Lalu Heri Susanto(18) asal Desa Jangkung Harjo mengalami luka dalam di tangan sebelah kanan akibat tertimpa besi dan Rusmin (37) pekerja asal Jl Kauman No 1 Desa Kuripan Grobokan Jawa Tengah mengalami luka di punggung akibat tertimpa besi.

Ketiganya saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Bunda, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah.

Menurut keterangan dari saksi mata di lokasi kejadian, Muhtrisno, pada saat kejadian para korban sedang melakukan pekerjaan menganyam besi di bawah jembatan dan pada saat itu tidak bisa menghindari robohnya besi penyangga cor tersebut.

”Saat itu sebenarnya cuaca terang dan angin kencang lalu tiba-tiba besi cor sepanjang 20 meter itu ambruk menimpa para pekerja yang sedang mengenam besi di bawahnya, karena kejadian begitu cepat mereka tidak sempat untuk menghindar. Posisi saya hanya bersebelahan dengan kejadian tersebut jadi melihat persis peristiwa ini. Dan selama 20 tahun saya bekerja membangun jembatan hanya baru ini ada kejadian seperti ini,” ungkap Muh, Rabu (18/4/2018).

Muh yang merupakan kerabat dari korban terluka akibat ambruknya besi cor jembatan Tol Trans Sumatera ini menambahkan bahwa semua perawatan dan pengobatan pekerja yang terluka semua ditanggung oleh pihak Wika.

”Semua pengobatan dan perawatan pekerja yang terkena musibah ini di tanggung oleh PT Wika sampai sembuh dan setelah sembuh jika mau kembali bekerja diperbolehkan, tetapi kalau ingin kembali ke kampung halama tidak ada masalah tapi yang penting adalah kesembuhan dari semua pekerja ini dulu, yang lain dipikirkan nanti saja Mas,” tutup Muh.

Sementara itu, Rusmin salah satu korban terluka yang saat ini sedang menjalani perawatan di RS Harapan Bunda akibat punggungnya tertimpa besi ukuran 25 cm, mengatakan, dirinya dapat dirawat hingga sembuh dan kembali bekerja.

”Saya pengin cepet sembuh Mas, dan bisa kembali bekerja di sana karena saya sudah hampir dua tahun lebih bekerja di pembangunan jalan tol ini,” ujar ayah dua orang anak ini.

Sedangkan dari pihak PT Wijaya Karya (Wika) selaku pihak pelaksana pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di ruas Gunung Sugih-Terbanggi Besar ini belum memberikan keterangan secara resmi atas musibah tersebut.(Ddy)

LEAVE A REPLY