Penerapan Tax Amnesty di Lampung Diprediksi Mampu Menjaring Pajak Rp 800 Miliar

0
834

RUBRIK, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah terus mensosialisasikan program pengampunan pajak atau tax amnesty. Dengan penerapan tax amnesty di Lampung maka bisa berpotensi menambah penerimaan pajak.

Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Lampung-Bengkulu memprediksi ada dana masuk sebesar Rp 700-800 miliar sejak dibukanya program tax amnesty ini pada 18 Juli lalu hingga 31 Maret 2017 nanti.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Lampung-Bengkulu Rida Handanu mengatakan, tax amnesty ini dilakukan untuk menggugah kesadaran wajib pajak untuk taat membayar pajak. Pemerintah memastikan data wajib pajak yang memanfaatkan program tax amnesty ini terjamin kerahasiaannya.

“Dengan adanya tax amnesty, segala permasalahan pajak yang terjadi tahun 2015 ke bawah, seperti tunggakan pajak  tidak akan dipermasalahkan lagi,” jelasnya.

Menurut Rida, tax amnesty dibagi menjadi tiga tahap, pertama dimulai Juli-September 2016 dan ratenya sebesar 2 persen. Tahap kedua adalah Oktober-Desember dan ratenya sebesar 3 persen. Lalu tahap ketiga Januari-Maret 2017 dengan rate sebesar 5 persen.

“Rate adalah uang tebusan yang harus dibayarkan oleh wajib pajak. Rate tersebut berlaku bagi wajib pajak yang melakukan repratiasi atau deklarasi dalam negeri. Sedangkan yang melakukan deklarasi luar negeri besarnya rate adalah dua kali lipatnya,” jelasnya.

Kantor DJP Lampung-Bengkulu menyarankan bagi wajib pajak untuk memanfaatkan tax amnesty karena jika tidak memanfaatkan program ini justru risiko yang akan ditanggung oleh wajib pajak bertambah besar.

Setelah tax amnesty berakhir, kata Rida, data wajib pajak dari tahun 1985 akan diperiksa. Jika ditemukan harta yang belum dilaporkan maka akan langsung dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan perpajakan. Saat ini memang diakui Rida, kesadaran masyarakat membayar pajak masih rendah. Ini bisa dilihat dari tax ratio.

“Tax ratio di Indonesia adalah 11 persen. Tax ratio dikatakan tinggi jika berada di angka 15-16 persen. Sementara saat ini penerimaan pajak di Lampung-Bengkulu semester I mencapai Rp 3,8 triliun dari target Rp 9,88 triliun,” jelasnya.(*)

 

LEAVE A REPLY