Pemkab Lamteng Siap Luncurkan SIDA

0
380

RUBRIK, LAMTENG – Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah melalui Badan Pengembangan dan Penelitian Daerah (Balitbangda) bekerjasama dengan Dewan Riset Daerah (DRD) serta Universitas Lampung (UNILA), menggelar Forum Group Discussion (FGD) guna menyusun Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Lampung Tengah, Jumat (24/8/18).

Dalam kesempatan tersebut hadir para Anggota DRD Lampung Tengah, para Akademisi dari Fakultas Pertanian Unila yang merupakan pakar Ubi Kayu, Perwakilan dari Balitbangda Provinsi Lampung, Perwakilan dari Pengusaha Tapioca, Perwakilan dari Bank Syariah Rajasa Lampung Tengah, beberapa orang Camat , serta Perwakilan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) pengolah Ubi kayu.

Dalam FGD ini membahas kebijakan yang akan di susun menjadi Inovasi Pemerintah Lampung Tengah dengan menguatkan Ubi Kayu sebagai  komoditi yang akan di kembangkan dalam penguatan SIDA tersebut.

Menurut keterangan dari Kepala Badan Balitbangda Lampung Tengah, I gusti Nyoman Suryana, mengatakan di pilih nya singkong untuk menjadi SIDA Lampung Tengah, dan juga untuk menentukan arah kebijakan kepala daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Tujuan SIDA ini adalah kesejahteraan masyarakat. bagaimana singkong yang berlimpah di Lampung Tengah ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan langkah langkah yang akan di ambil oleh Bupati sebagai pelaksana Pemerintahan dan bagaimana nantinya bisa mengembangkan singkong ini mulai dari hulu hingga hilir”Terang Kepala Balitbangda Lamteng.

”Di sektor hulu kita akan mengembangkan singkong pada anggaran perubahan ini di sembilan Kecamatan. Dari segi hilir nya tahun ini juga kita akan merencanakan bagaimana mengaktifkan UMKM (Usaha Menengah dan Kelompok Mikro)Kedepan agar berfungsi dan produk nya bisa di pasar kan Alfamart atau Indomaret dan kita sudah MOU itu tinggal bagaimana kita tindak lanjuti. Harapan kita dengan adanya SIDA ini sebagai pegangan bagaimana kesejahteraan masyarakat meningkat itu intinya ” Tutup Suryana.

Sementara itu Dr. Ir. Erwin Yuliadi, M.Sc dari Fakultas Pertanian Unila menuturkan bahwa FGD yang di laksanakan ini sangat baik sekali dan banyak masukan dari semua pihak dalam penyusunan SIDA Lampung Tengah ini.

”FGD ini sangat baik sekali dan banyak masukan dari berbagai pihak ini kami sangat senang sekali sehingga dari masukan itu kita bisa menyusun SIDA ini bisa mewadahi semua dan bisa berkomitmen bersama”ujarnya.

Sejauh ini, Erwin mengatakan masih ada beberapa kendala dalam penyusunan SIDA Lampung Tengah.”Kendala nya adalah Akademisi, Bisnismen, government (pemerintah) dan Comoditi(ABGC) harus menyatu. Dan bergabung nya ini yang sering kali menjadi kendala karena kesibukan masing masing Tapi ini harus kita atasi bersama. Kedepan akan Seger kita susun drafnya seperti apa dan setiap ada kesempatan kita akan menggelar forum diskusi seperti ini ” imbuh Erwin.

Sementara itu Dr. A. Zoelkarnain M. T. selaku Kabid Balitbangda provinsi Lampung menyambut baik penyusunan SIDA Lampung Tengah ini karena bisa di satukan ke dalam SIDA provinsi Lampung.

”Kami sangat menyambut baik penyusunan SIDA Lampung Tengah ini karena akan kita satukan ke dalam SIDA provinsi. Dan SIDA provinsi sendiri di harapkan mampu menaungi SIDA yang ada di Kabupaten /Kota dan juga kita akan melihat komitmen dari masing masing kabupaten /Kota terhadap pelaksanaan SIDA ini”ujar Zoelkarnain

Disini, kata  Zoelkarnain , tidak banyak masukan dari  balitbang provinsi hanya akan mengawasi berjalan nya SIDA tersebut. ” Kehadiran provinsi hanya akan meyakinkan SIDA di Kabupaten /Kota ini benar benar akan berjalan dengan baik, dimana pihak ABGC tadi benar bersinergi tidak jalan masing masing dan buka dalam tataran konsep tetapi ada pelaksanaan nya dan terimplementasi dengan baik ” Tutup Zoelkarnain .(Ddy)

LEAVE A REPLY