Pemkab Lampung Tengah dan Lampung Timur Mengadakan Pertemuan Bahas Konflik di Dua Wilayah

0
1158
Bupati Mustafa saat meredam masa warga desa Sritejo Kencono yang akan melakukan penyerangan pada jumat malam,4 /11/2016.

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Pasca konflik dua kampung yakni Kampung Kedaton Induk Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur dan warga Kampung Sritejo Kencono, Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah, Jumat (4/11/2016), pemerintah dua kabupaten bersama aparat hukum segera mencari jalan keluar yang terbaik bagi kedua belah pihak.

Dalam pertemuan yang digelar di Rumah Makan Agam Kota Metro, Sabtu (5/11/2016), kedua pemimpin daerah ( pemkab lamteng dan pemkab lamtim ) sepakat untuk mengambil langkah cepat dan terbaik.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Bupati Lamteng Mustafa, Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bukhori, Dandim 0411/LT Letkol Inf Jajang Kurniawan, Kapolres Lamteng AKBP Dono Sembodo

Kapolres Lamtim AKBP Harseno, Asisten 2 Lamtim Tarmizi, Kakesbangpol Lamtim

Amriadi, Myr Inf Joko S Pabung Lamtim, Kpt Inf Suprobo Pasi Inteldim 0411/Lt, juga Camat Kota Gajah.

Dalam pertemuan tersebut, diperoleh kesepakatan antara lain akan melakukan penangkapan dan proses hukum terhadap Agus Juanda, pelaku pemalakan dan penusukan. Kemudian bersama-sama saling menahan diri dan menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah masing masing.

Selain itu mengimbau warga masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan pihak pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Dan segera melaksanakan pertemuan bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat /tokoh terkait guna menyelesaikan permasalahan tersebut agar tidak berkembang meluas.

Pada malam harinya, di rumah Bapak Beno, salah satu tokoh berpengaruh Desa Sritejo Kencono, Kecamatan Kota Gajah Lampung Tengah, Forkopimda menyampaikan sosialisasi hasil pertemuan di Rumah Makan Agam Metro, agar warga masyarakat menahan diri tidak terpancing dengan isu-isu yg berkembang serta menyelesaikan permasalahan ini oleh aparat yang berwenang.

Forkopimda kemudian melajutkan pertemuan di rumah Bapak Rizal, Kepala Desa Kedaton Induk juga menyampaikan hal yang sama kemudian dilanjutkan dengan tatap muka dengan warga masyarakat Kedaton yang sedang berkumpul agar sama-sama menahan diri tidak terpancing dengan isu-isu yg tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk sementara ini kondisi keamanan kondusif dan masing masing warga menunggu hasil kinerja aparat hukum yang saat ini sudah berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat Kedaton Induk untuk mencari Agus Juanda yang menjadi pemicu keributan, agar permasalahan dapat segera dirampungkan.(ddy)

LEAVE A REPLY