Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggung Jawaban APBD 2017

0
120
DPRD Metro, Paripurna Raperda DPRD Metro, Fraksi
Pandangan Fraksi Gerindara Arianto

RUBRIK,METRO – DPRD Kota Metro menggelar penyampaian Raperda Pertanggung Jawaban APBD 2017,  Rapat dipimpin ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda di ruang sidang.

DPRD setempat.Sidang tersebut memaparkan hasil pendapatan dan belanja daerah selamatahun anggaran 2017, secara umum realisasi anggaran 2017 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.hal tersebut diketahui berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan Wali Kota Achmad Pairin.

APBD Kota Metro tahun 2017 mencapai 893, 1 miliar pencapaian tersebut terealisasi 99,17 persen dari target sebesar 900 miliar lebih. jumlah itu terdiri dari 57 persen untuk belanja publik dan 43 persen diperuntukan belanja pegawai.

DPRD Metro terus mendorong pemerintah mengoptimalkan peningkatakan penerimaan pendapatan asli daerah( PAD). Dewan menegaskan penyaluran PAD harus menyasar langsung ke Masyarakat usai penyampaian Raperda pertanggung jawaban APBD 2017 DPRD Metro menggelar sidang lanjutan menindaklanjuti hasil laporan keuanganpemerintah daerah tersebut.Paripurna berisi pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD  terkait penyampaian Raperda Pertanggungjawaban APBD 2017.BERITA METRO,PORTAL BERITA METRO, MEDIA LAMPUNG

Fraksi DPRD mengapresiasi capaian dari laporan keterangan pertanggunjawaban LKPJ Pemkot Metro APBD tahun 2016 Sejumlah fraksi DPRD memuji raihan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) oleh BPK RI perwakilan lampung soal laporan pengelolaan keuangan tahun anggaran 2017.

pencapaIn itu merupakan predikat WTP yang dicapai pemkot Metro selama 8 tahun berturut-turut DRPD Kota Metro meminta pemerintah dapat meningkatkan kinerja untukmempertahankan prestasi tersebut selain itu terdapat sejumlah masukan dan koreksi yang mesti dibenahi pemerintah daerah.

beberapa catatan seperti infrastuktur retrebusi pengelolaan pasar serta aset daerah harus dimaksimalkan. Fraksi Gerindra misalnya,menyoroti pembangunan pasar terpadu yakni Pasar Kopindo, pasar terminal, serta eks Nuban Ria yang diduga menyalahi Aturan.

pembangunan pasar tersebut dinilai melanggar kerjasama penataan pembangunan berdasarkan surat ketua DPRD Kota Metro ihwal persetujuan kerjasama penataan pasar, pembangunan pasar dan pertokoan tak akan mengubah fungsi awal semula pembangunan pasar kompleks terminal ditujukan sebagai sarana penunjang transportasi. Namun justru mengubah fungsi awal terminal.

tak hanya itu, Fraksi Gerinda juga mempertanyakan kinerja dinas pasar terkait kumuhnya kondisi sejumlah pasar di Kota Metro sementara itu Wali Kota Achmad Pairin berjanji akan mengakomodir tiap masukan dari Fraksi DPRD Metro kedepan,pemerintah berharap terjalinnya sinergitas antara organisasi perangkat daerah dan legislatif untuk mewujudkan Kota Metro yang lebih baik.(ADV)

LEAVE A REPLY