Para Tokoh Lintas Agama, Polres Lamteng, dan Forkopimda Tandatangani Kesepakatan Jaga NKRI

0
555
Kapolres Lamteng AKBP.Dono Sembodo, tokoh agama dan jajaran Forkopimda usai menandatangani kesepakatan bersama menjaga NKRI.

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Dalam rangka menghindari adanya provokasi yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjalin persatuan masyarakat, Polres Lampung Tengah bersama forkopimda, dan tokoh lintas agama menandatangani dan mendeklarasikan kesepakatan untuk menjaga keutuhan NKRI.

Hal ini dituangkan sesaat setelah gelaran apel besar Kebhinekaan Cinta Damai di mapolres setempat, Rabu (16/11/2016).

Menurut Kapolres Lampung Tengah AKBP Dono Sembodo, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan mengingatkan perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan NKRI dan mengingkatkan kepada masyarakat Lampung Tengah agar tidak mudah diprovokasi.

“Kegiatan ini merupakan apel besar kebhinekaan yang mengambil makna  dari peringatan Hari Pahlawan dan juga mengingatkan jasa pahlawan dalam menjaga kesatuan NKRI. Untuk itu kami mengingatkan kepada masyarakat jangan mudah terhasut adanya provokasi yang dapat memecah belah persatuan  dan untuk terus menjaga nuansa dan nilai-nilai kesatuan NKRI,” kata Kapolres.

Sebagai aparat hukum, pihaknya juga meminta kepada masyarakat di Lampung Tengah untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu melalui media sosial atau apapun yang terkait gejolak saat ini, terutama isu akan adanya demo besar-besaran pada 25 November mendatang.

“Saya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat satukan tangan, satukan tekad kita menjaga NKRI dan menjaga persatuan masyarakat di Lampung Tengah,” tegasnya.

Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama Lampung Tengah yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung Tengah H R Mutawali juga mengimbau kepada seluruh pemuda dan organisasi masyarakat dan juga tokoh lintas agama untuk menyerahkan masalah Basuki Tjahaja Purnama kepada aparat hukum.(ddy)

LEAVE A REPLY