Modus Pengamanan, Ini Jumlah Duit yang Diminta Preman di Lamteng ke Sopir Ekspedisi

0
399
Penjahat

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Jajaran Polres Lampung Tengah menangkap dua orang pelaku tindak kejahatan yang meresahkan sopir di jalan raya lintas timur Sumatera. Modus pelaku adalah meminta sejumlah uang untuk pengamanan.

Kedua tersangka tersebut yakni Romi Aliansyah dan Candra yang kerap menjalankan aksi kejahatannya di daerah Kayu Palis, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah

Kasat Reskrim Polres Lamteng AKP. Resky Maulana, mewakili Kapolres AKBP Purwanto Puji Sutan mengatakan, kedua pelaku diamankan kerena sudah meresahkan para sopir ekspedisi yang mengangkut barang-barang komoditas dari Jakarta ke Palembang, dan arah sebaliknya.

Modus yang dilakukan tersangka mengecap dan akan mengawal korbannya dengan meminta imbalan uang pengamanan sebesar Rp 200-300 ribu bahkan Rp 500 ribu.

“Dari hasil pemeriksaan kita dapati pelaku‎ mengecap kendaraan dan akan mengawal keamanan para korbannya. Serta meminta sejumlah uang dengan memaksa korbannya untuk memberikan uang sesuai keinginan yang diminta pelaku,” ujar Reski saat gelar ekspose di mapolres setempat, Selasa (15/8/2017).

Resky menyatakan, hal ini tidak dibenarkan, karena termasuk pungli apalagi di dalamnya mengandung unsur pengancaman dengan mengunakan senjata tajam.

Dalam penangkapan kedua tersangka ini pihaknya bekerja sama dengan unit Polsek setempat dan tim Tekab 308 Polres Lamteng untuk bergerak dan segera mengamankan pelaku tersebut.

‎”Kedua tersangka berhasil diamankan dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian atas laporan-laporan dari masyarakat. Setelah diketahui ciri-cirinya, langsung kita lakukan penyelidikan dan berhasil kita amankan. Dalam kasus ini juga teridentifikasi ada tiga pelaku. Yang sudah kita amankan dua pelaku dan satu lagi masih menjadi DPO pihak kepolisian,” katanya.

Kasat Reskrim mengatakan, kasus ini merupakan penyakit kambuhan para tersangka apabila melihat situasi lengahnya patroli dan petugas di lapangan. Sebelum menjalankan aksinya pelaku membaca situasi lokasi yang akan dijadikan TKP terlebih dahulu.

“Mereka membaca situasi. Ketika patroli Polsek atau Polres sudah melintasi jalur yang akan dijadikan TKP-nya, baru tersangka menjalankan aksi kejahatannya. Bisa jadi pagi, subuh, maupun malam aksinya dijalankan, yang penting lokasinya sudah aman. Jadi ini bisa dikatakan penyakit kambuhan kejahatan di jalanan. Dan yang pasti pihak kepolisian akan terus melakukan patroli untuk memantau daerah-daerah rawan kejahatan yang sering digunakan tersangka untuk menjalankan aksi kejahatannya,” ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka akan dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.

“Pelaku berikut barang bukti saat ini sudah kita amankan di mapolres guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Sementara kedua tersangka saat dimintai keterangan  mengaku,‎ bahwa perbuatannya memang sudah terbiasa dilakukan.

“Biasanya sopir-sopir memberikan uang Rp 20 ribu kepada kami sebagai uang pengamanan. Tapi yang kali ini kami minta uang tambah karena mobil  langganan kawalan kami tidak lewat,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY